Zona Edukasi Pangan Lokal Hadir untuk Pelajar di Atambua
Pameran Pangan Lokal Nusa Tenggara Timur 2026 di Atambua menghadirkan zona edukasi bagi PAUD, SD, SMP, dan masyarakat. Kegiatan berlangsung 2–3 Oktober.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Atambua — Pameran Pangan Lokal Provinsi Nusa Tenggara Timur 2026 berlangsung di Alun-alun Kota Atambua, Kabupaten Belu, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan zona edukasi bertajuk “Kisah dari Kebun ke Meja” untuk PAUD, SD, SMP, dan masyarakat.
Pameran tersebut diikuti 35 UMKM pangan lokal dari enam kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan berlangsung pada 2–3 Oktober 2026 dengan tema “Kreasi Lokal untuk Ketahanan Berkelanjutan”. Selain pameran produk, agenda mencakup penampilan seni dan budaya, produk segar, serta kegiatan edukasi pangan.
Zona edukasi mengenalkan pangan lokal dari sekolah dan keluarga
Keterlibatan sekitar 200 murid dan guru pendamping membuat pameran ini tidak hanya menjadi ruang promosi dan transaksi. Zona edukasi menghubungkan pengenalan pangan lokal dengan pembelajaran konsumsi pangan yang dimulai dari lingkungan sekolah dan keluarga.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebut zona edukasi melibatkan 100 anak PAUD, 50 siswa SD, dan 50 siswa SMP. Susunan peserta itu dirancang untuk memperkenalkan pertanian serta pangan lokal kepada generasi muda melalui pengalaman di area pameran.
Bagi pembaca di Belu dan wilayah Timor, informasi ini penting karena kegiatan berlangsung langsung di Atambua dan melibatkan sekolah, keluarga, pelaku usaha, serta masyarakat. Pameran juga mempertemukan produk dari sejumlah daerah dengan konsumen dan pemangku kepentingan.
Persiapan kegiatan dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama Pemerintah Kabupaten Belu. Pemerintah daerah menempatkan pameran sebagai ruang promosi, edukasi, inovasi, dan pemasaran produk pangan lokal.
RRI melaporkan pembukaan pameran dilakukan Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Alexon Lumba, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Pameran tersebut juga melibatkan pelaku usaha kuliner, sanggar seni, dan unsur pendukung lain.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
Pengusaha Keluhkan Tarif Bongkar Muat di PLBN Motaain
Pelaku usaha ekspor-impor di TBI PLBN Motaain, Belu, mempersoalkan tarif bongkar muat Rp250 per kilogram. TPS tersebut dikelola pihak ketiga berdasark…
Terbaru di Pendidikan

Berita utama hari ini

Baca juga




