NTT Hari Ini

Jumat, 2 Oktober 2026

Gempa Berdampak pada 2.147 Satuan Pendidikan di Flores

Kepala Dinas Pendidikan NTT menyebut 2.147 satuan pendidikan di tujuh kabupaten dan 97 kecamatan terdampak gempa. Sebanyak 712 sekolah rusak berat dan 1.504 sekolah menjalankan pembelajaran darurat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan meja dan kursi kosong di dalam ruang kelas dengan lembar kertas di atas meja.
Ilustrasi: Deretan meja dan kursi kosong di dalam ruang kelas dengan lembar kertas di atas meja. · Foto: Andy Barbour / Pexels

Flores — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, menyatakan 2.147 satuan pendidikan terdampak gempa di tujuh kabupaten dan 97 kecamatan pada 30 September 2026.

Mengapa ini penting: Data ini menunjukkan layanan pendidikan di tujuh kabupaten Flores masih terganggu, dengan 1.504 satuan pendidikan menjalankan pembelajaran di sekolah darurat.

Menurut Kodo dalam wawancara yang diterbitkan Tribunnews Kupang, satuan pendidikan terdampak itu mencakup tujuh jenjang, yakni taman kanak-kanak, pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah luar biasa.

Ia menyebut 712 sekolah mengalami kerusakan berat. Kerusakan juga mencakup lebih dari 8.300 ruang kelas. Sebanyak 1.504 satuan pendidikan menjalankan pembelajaran di sekolah darurat.

Angka tersebut berbeda dari data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dikutip InfoPublik pada 10 September 2026. Kementerian mencatat 2.447 satuan pendidikan terdampak di tujuh kabupaten Flores, dengan 1.960 satuan pendidikan masih melaksanakan pembelajaran melalui moda darurat.

Menurut InfoPublik, tujuh kabupaten itu adalah Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sebanyak 487 satuan pendidikan telah kembali menyelenggarakan pembelajaran tatap muka secara normal setelah kondisi bangunan dinyatakan aman.

Perbedaan angka menunjukkan bahwa pendataan berlangsung pada waktu dan basis pelaporan yang berbeda. Data kepala dinas yang dipublikasikan pada 30 September digunakan untuk menggambarkan kondisi yang disampaikan pemerintah daerah, sedangkan data kementerian mencerminkan pendataan nasional per 10 September.

Pemulihan pendidikan berlangsung di tengah penggunaan tenda, ruang terbuka, dan ruang kelas sementara di sejumlah satuan pendidikan. Pemerintah pusat juga telah menyalurkan dukungan pembelajaran darurat ke tujuh kabupaten terdampak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pendidikan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.