99 Pasien Dievakuasi Saat Tenda RS Lapangan Bandara Bocor
Sebanyak 99 pasien di Rumah Sakit Lapangan Bandara Frans Sales Lega, Manggarai, dipindahkan dari tenda yang bocor ke tenda lain setelah hujan pada 8–9 September 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Ruteng — Sebanyak 99 pasien rawat inap di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Bandara Frans Sales Lega, Kabupaten Manggarai, dievakuasi dari tenda yang bocor ke tenda lain yang lebih aman setelah hujan pada Selasa malam, 8 September 2026, dan penanganan berlanjut pada 9 September 2026 menurut laporan Ekorantt dan NTT Viva.
Rumah sakit lapangan tersebut menjadi fasilitas pengganti sementara layanan RSUD Ruteng yang rusak berat akibat gempa bumi pada 15 Agustus 2026.
Menurut laporan Ekorantt, hujan membuat sejumlah titik pada terpal tenda bocor sehingga air masuk ke ruang perawatan pasien.
Rista Mari, petugas humas RSUD Ruteng yang juga bertugas di RSL, menyatakan seluruh pasien rawat inap dipindahkan dari area yang terdampak ke tenda yang tidak bocor.
Petugas rumah sakit segera membenahi bagian terpal yang mengalami kebocoran dan membersihkan ruangan yang kemasukan air.
Air hujan juga mengenai saklar dan beberapa colokan listrik di area perawatan.
Menurut Ekorantt, petugas Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) mematikan sebagian peralatan listrik untuk mencegah risiko korsleting.
Kondisi peralatan medis dan kebutuhan fasilitas
Ekorantt melaporkan sejumlah peralatan penunjang keselamatan pasien, termasuk ventilator, tetap dioperasikan setelah petugas memastikan kondisinya aman.
Namun sebagian peralatan lain, terutama yang berada dekat titik kebocoran dan instalasi listrik yang terpapar air, sempat dimatikan sementara.
Laporan tersebut tidak merinci jumlah peralatan yang dimatikan maupun apakah ada peralatan medis atau obat-obatan yang mengalami kerusakan.
Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, bersama pejabat Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta sejumlah pejabat struktural rumah sakit meninjau langsung kondisi tenda dan fasilitas di RSL Bandara Frans Sales Lega.
Mereka memantau ruangan yang terdampak kebocoran dan ikut mengawasi penanganan sementara di lokasi.
Manajemen rumah sakit lapangan mulai membuat saluran drainase tambahan di beberapa titik untuk mengurangi genangan air di sekitar tenda.
Meski demikian, sejumlah ruangan perawatan masih membutuhkan terpal tambahan dan tenda pengganti untuk memastikan perlindungan dari hujan berikutnya.
RSL juga membutuhkan palet kayu atau bahan serupa sebagai alas penyimpanan alat kesehatan dan obat-obatan agar tidak langsung bersentuhan dengan lantai yang berpotensi tergenang air.
Data utama: jumlah pasien rawat inap yang dievakuasi dari tenda bocor tercatat 99 orang; lokasi RSL berada di area Bandara Frans Sales Lega, Kabupaten Manggarai.
Layanan darurat pascagempa
Gempa bumi berkekuatan sekitar magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan berat pada bangunan RSUD Ruteng.
Menurut Kementerian Kesehatan, RSUD Ruteng termasuk dalam tiga rumah sakit yang masuk kategori rusak berat akibat gempa sehingga pelayanan pasien dipindahkan ke tenda darurat di luar gedung.
Laporan BBC News Indonesia dan Pos Kupang menggambarkan kerusakan pada dinding, plafon, ruang operasi, ruang bersalin, dan sejumlah ruangan lain, sehingga pelayanan medis tidak dapat berlangsung normal di dalam gedung.
Setelah fase awal menggunakan tenda darurat di lingkungan RSUD, pemerintah pusat dan daerah menyiapkan rumah sakit lapangan di Bandara Frans Sales Lega untuk menopang layanan operasi dan penanganan trauma.
RSL kemudian difungsikan sebagai lokasi perawatan utama bagi pasien yang sebelumnya dirawat di RSUD Ruteng.
Laporan RRI dan Metro TV menyebut tenda bantuan Kementerian Kesehatan telah berdiri di kawasan bandara dan digunakan sebagai ruang perawatan, instalasi gawat darurat, dan layanan operasi.
Menurut laporan-laporan tersebut, kondisi fisik RSUD Ruteng dan RSUD Manggarai belum pulih sehingga rumah sakit lapangan diperkirakan akan digunakan dalam waktu cukup lama.
Karena itu, kualitas tenda, sistem drainase, instalasi listrik, serta tempat penyimpanan alat kesehatan dan obat-obatan di RSL menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan di Manggarai.
Sumber
Berita berikutnya

Badan Geologi Turunkan Status Lewotobi Laki-Laki ke Level II Waspada
Badan Geologi menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada pada 16 September 2026 setelah aktivitas vulka…
Baca juga


