NTT Hari Ini

Selasa, 20 Oktober 2026

Andy Liwun Bantah Batasi Pendapat Penyintas Lewotobi di Flores Timur

Ketua Komisi I DPRD Flores Timur, Andy Liwun, membantah membatasi pendapat penyintas Lewotobi. Ia menyebut pengaturan durasi rapat mengikuti mekanisme persidangan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: 20160403110250 - Riding down a curve west of Larantuka.
Foto arsip: 20160403110250 - Riding down a curve west of Larantuka. · Foto: Felix Dance / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Larantuka — Ketua Komisi I DPRD Flores Timur, Andy Liwun, pada 19 Oktober 2026 membantah membatasi pendapat penyintas erupsi Gunung Lewotobi dalam rapat dengar pendapat. Ia mengatakan pengaturan durasi bicara dilakukan sesuai mekanisme persidangan.

Tanggapan itu menjadi pembaruan atas kritik Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Flores Timur terhadap rapat bersama DPRD dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur pada 12 Oktober 2026. GMNI menilai alokasi waktu bicara penyintas selama 2-5 menit tidak adil dan menuduh aspirasi mereka berulang kali disela.

Andy menjelaskan bahwa kesempatan bicara diberikan sesuai daftar undangan. Menurut dia, yang dibatasi adalah waktu rapat dengar pendapat, bukan pendapat peserta. Ia juga menyebut pertimbangan durasi berkaitan dengan peserta yang datang sejak pagi, sementara konsumsi rapat tidak disiapkan.

Polemik waktu bicara menyangkut aspirasi penyintas Lewotobi

Polemik ini penting bagi pembaca di Flores karena rapat tersebut menjadi ruang penyintas menyampaikan kebutuhan setelah erupsi Gunung Lewotobi. GMNI menyebut penyintas masih menghadapi persoalan hunian tetap dan kondisi tempat tinggal sementara, termasuk air keruh dari sumur bor dangkal serta tangki septik yang meluap.

Ekorantt melaporkan para penyintas menunggu lebih dari 1 jam sebelum rapat dimulai pukul 12.00 WITA. Dalam laporan yang sama, GMNI menyebut penyintas telah menunggu hunian tetap selama dua tahun. Andy menyatakan inti pembahasan telah tersalurkan melalui pengaturan waktu dan daftar pembicara.

Perbedaan keterangan tersebut menempatkan mekanisme rapat dan penyerapan aspirasi sebagai pokok persoalan. Laporan yang tersedia tidak menyebut keputusan baru setelah bantahan Andy pada 19 Oktober 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.