Pelabuhan Larantuka: Letak, Fungsi, Keamanan, dan Tarif Bongkar Muat
Pelabuhan Larantuka di Flores Timur melayani penyeberangan antarpulau dan bongkar muat. Letak, fungsi, keamanan, serta tarif resmi tenaga kerja bongkar muat menjadi hal utama yang perlu dipahami.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Pelabuhan Larantuka berada di Kelurahan Lokea, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, dan melayani pergerakan penumpang serta barang antarpulau. Pengelolaannya melibatkan layanan penyeberangan ASDP, sementara keamanan kawasan dan pengawasan jasa bongkar muat menjadi perhatian pemerintah serta aparat setempat.
Di mana letak Pelabuhan Larantuka?
Pelabuhan Larantuka terletak di Kelurahan Lokea, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menurut paparan laporan akhir Larantuka yang diterbitkan pada 2025.
Secara geografis, Larantuka berada di bagian timur Pulau Flores. Kajian BRIN menyebut Flores Timur juga mencakup Pulau Solor dan Pulau Adonara, sehingga pelabuhan di Larantuka terhubung dengan aktivitas maritim di kepulauan sekitarnya.
Untuk apa pelabuhan ini digunakan?
Pelabuhan Larantuka digunakan untuk layanan penyeberangan dan pergerakan penumpang menuju sejumlah pulau di Flores Timur. RRI melaporkan pada 2026 bahwa aktivitas penumpang di kawasan pelabuhan mencakup perjalanan menuju Adonara, Solor, dan Lembata.
ASDP mencantumkan Pelabuhan Larantuka sebagai pelabuhan yang menyediakan tarif pejalan kaki dan tarif kendaraan berdasarkan golongan. Halaman ASDP tersebut diperbarui pada 2026, tetapi besaran tarif tidak ditampilkan secara terbaca dalam hasil yang tersedia.
Bagaimana aspek keamanannya?
Polres Flores Timur menggelar patroli di kawasan Pelabuhan Larantuka pada 27 Agustus 2026, menurut RRI. Patroli menyasar penumpang yang menunggu keberangkatan, aktivitas pelabuhan, serta pencegahan gangguan keamanan dan pungutan liar.
Petugas juga mengingatkan awak kapal untuk memperhatikan keamanan barang bawaan penumpang dan meminta masyarakat menjaga ketertiban selama menunggu maupun berada di kapal, menurut laporan RRI pada 2026.
Bagaimana aturan jasa bongkar muat?
Ombudsman RI Perwakilan NTT menyebut tarif resmi tenaga kerja bongkar muat non-mekanik di Pelabuhan Larantuka berada pada kisaran Rp35.000-Rp90.000, menurut keterangan yang dimuat pada 2026. Tarif itu dibedakan berdasarkan jenis barang, dengan batas berat maksimal 25-50 kilogram.
Tarif tersebut mencakup layanan bongkar muat barang seperti koper, dos, karung, televisi, alat listrik, kulkas, genset, dan drum. Ombudsman meminta penerapannya diawasi karena layanan porter sebelumnya dikeluhkan dan harga dapat ditentukan secara sepihak.
Mengapa pelabuhan ini penting bagi Flores Timur?
Kajian BRIN menyebut Pelabuhan Larantuka telah berperan sebagai pelabuhan utama Flores Timur dalam jalur perdagangan Nusantara pada masa lalu. Komoditas dari kepulauan Solor dikumpulkan di Larantuka sebelum diangkut ke Timor, menurut kajian BRIN yang diperbarui pada 2026.
Peran itu menunjukkan bahwa pelabuhan bukan hanya tempat naik-turun penumpang, melainkan juga bagian dari jalur distribusi barang antarpulau. Bagi ekonomi Flores Timur, layanan penyeberangan, bongkar muat, dan pengawasan tarif berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas masyarakat serta barang.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kepulauan
Pemkab Rote Ndao Usulkan Kelancaran Feri untuk Angkutan Kebutuhan Pokok
Pemkab Rote Ndao mengusulkan kelancaran penyeberangan bagi kendaraan pembawa kebutuhan pokok. Pemerintah daerah juga menjadwalkan pembahasan tarif dan…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





