NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Arus Mudik 2018: 103 Motor Pemudik Tiba di Pelabuhan Bolok

Pada arus mudik Lebaran 2018, tercatat 103 sepeda motor pemudik dari Rote Ndao tiba di Pelabuhan Penyeberangan Bolok, Kupang, menggunakan KMP Ile Lakabalekan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Kupang — — Sebuah laporan pada masa arus mudik Lebaran 2018 mencatat kedatangan 103 sepeda motor pemudik dari Kabupaten Rote Ndao di Pelabuhan Penyeberangan Bolok, Kupang, pada Senin, 11 Juni 2018.

Kedatangan pemudik itu menggunakan Kapal Motor Penyeberang KMP Ile Lakabalekan, yang melayani lintasan Kupang–Rote pada periode tersebut, bersama sejumlah kapal lain yang dioperasikan cabang Kupang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Dalam perjalanan yang sama, selain 103 sepeda motor, tercatat pula kendaraan roda empat dan kendaraan berat yang ikut menyeberang menuju Kupang. Kepolisian setempat melaporkan arus kedatangan berjalan tertib dan situasi keamanan di area pelabuhan tetap kondusif.

Arus mudik Lebaran 2018 di Bolok

Pada musim Lebaran 2018, pemerintah dan operator penyeberangan menyiapkan pelayanan arus mudik dan balik di berbagai pelabuhan penyeberangan di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur. Menurut keterangan resmi Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Senin, 11 Juni dan Selasa, 12 Juni 2018, bertepatan dengan masa cuti bersama Idul Fitri 2018.

Di Nusa Tenggara Timur, Pelabuhan Penyeberangan Bolok menjadi salah satu simpul utama untuk pergerakan penumpang dan kendaraan antarpulau. Pelabuhan ini digunakan untuk akses dari Kupang menuju antara lain Rote, Larantuka, Kalabahi, Waingapu, Aimere, dan beberapa lintasan lain di dalam provinsi.

Operasi penyeberangan di Bolok dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Sejumlah kapal dioperasikan untuk melayani lintasan komersial dan perintis di kawasan ini, dengan jadwal yang disesuaikan kebutuhan penumpang dan kebijakan pemerintah pada musim angkutan Lebaran.

Profil Pelabuhan Penyeberangan Bolok

Pelabuhan Penyeberangan Bolok terletak di wilayah Kupang Barat, Kota Kupang, dan menjadi pelabuhan penyeberangan utama yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan pulau-pulau di NTT.

Data resmi Kementerian Perhubungan menyebut Pelabuhan Bolok memiliki dua dermaga dengan sistem bongkar muat jenis moveable bridge. Dermaga pertama berkapasitas sekitar 2.000 GT, sedangkan dermaga kedua berkapasitas sekitar 5.000 GT. Kedua dermaga bertipe dolphin dengan kedalaman kolam sekitar lima meter.

Di darat, fasilitas pelabuhan mencakup kantor pengelola, kantor pos penjagaan, ruang tunggu penumpang, dan lapangan parkir. Fungsi utama pelabuhan ini adalah melayani penyeberangan penumpang, kendaraan, dan barang antarpulau.

Layanan dan rute penyeberangan

Menurut keterangan resmi PT ASDP Indonesia Ferry, Pelabuhan Bolok melayani berbagai golongan kendaraan, mulai dari sepeda, sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truk. Kategori golongan kendaraan digunakan sebagai dasar penetapan tarif penyeberangan.

Pelabuhan Bolok menjadi titik keberangkatan menuju sejumlah pelabuhan di NTT, antara lain Aimere di Flores, Hansisi di Semau, Kalabahi di Alor, Larantuka di Flores Timur, Rote, dan Waingapu di Sumba Timur.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah meresmikan pengoperasian dermaga baru di Bolok dan pelayaran perdana kapal besar seperti KMP Jatra 1 yang memperkuat layanan lintasan Kupang–Rote serta rute lain di NTT. Kapal jenis ini dirancang mengangkut ratusan penumpang dan puluhan unit kendaraan roda dua dan roda empat.

Kondisi layanan dan pengawasan

Pengawasan terhadap pelayanan penyeberangan di Bolok dilakukan oleh berbagai instansi, termasuk Kementerian Perhubungan, PT ASDP Indonesia Ferry, dan Ombudsman RI Perwakilan NTT.

Pada akhir 2025, Ombudsman RI Perwakilan NTT menilai sebagian aspek pelayanan penyeberangan pada masa Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan Bolok belum memenuhi standar pelayanan publik, dan mendorong masyarakat memanfaatkan kanal pengaduan resmi ASDP ketika menghadapi masalah layanan.

Selain itu, sejak pertengahan 2021, cabang Kupang ASDP menerapkan sistem pembelian tiket non tunai di Pelabuhan Bolok menggunakan kartu uang elektronik perbankan. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menertibkan layanan tiket dan mengurangi pungutan tidak resmi di lingkungan pelabuhan.

Angka 103 sepeda motor pemudik yang tiba di Pelabuhan Bolok pada 11 Juni 2018 merupakan catatan historis pada masa arus mudik Lebaran enam tahun lalu. Data tersebut tidak menggambarkan kondisi kepadatan, jumlah kendaraan, atau pola antrean penyeberangan pada September 2026.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.