SMKN 5 Kupang Jadikan Rumah Warga Lokasi Praktik Instalasi Listrik
SMKN 5 Kupang menjalankan program belajar sambil mengabdi dengan menjadikan rumah warga sebagai lokasi praktik bengkel listrik dan instalasi rumah tangga.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kupang — — SMKN 5 Kupang menjalankan program pembelajaran vokasi bertajuk belajar sambil mengabdi dengan menjadikan rumah warga sebagai tempat praktik siswa pada bidang bengkel listrik dan instalasi rumah tangga.
Menurut laporan VIVA NTT, rumah-rumah di lingkungan sekitar menjadi kelas praktik bagi siswa jurusan teknik, yang menangani beragam persoalan peralatan dan instalasi listrik di rumah warga.
Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya berlatih di bengkel sekolah, tetapi juga mengerjakan pekerjaan nyata di rumah penduduk, mulai dari perbaikan peralatan listrik rumah tangga hingga pengecekan instalasi dan panel surya.
Pembelajaran Vokasi di Lingkungan Warga
VIVA NTT menggambarkan program belajar sambil mengabdi sebagai cara SMKN 5 Kupang mendekatkan pembelajaran vokasi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Siswa datang ke rumah warga untuk mengidentifikasi keluhan, memeriksa kondisi peralatan, lalu melakukan perbaikan atau penyesuaian instalasi di bawah bimbingan guru.
Menurut laporan tersebut, kasus yang ditangani siswa mencakup kerusakan kipas angin, rice cooker, setrika, televisi, sepeda motor, instalasi listrik rumah, hingga panel surya, sehingga praktik mencakup aspek kelistrikan dan elektronika rumah tangga.
Peran Guru dan Aspek Keselamatan
Laporan VIVA NTT menyebut guru pembimbing mendampingi siswa saat praktik di rumah warga, memastikan langkah pemeriksaan dan perbaikan mengikuti prosedur dasar keselamatan kerja.
Dalam pekerjaan kelistrikan rumah tangga, aspek keselamatan menjadi perhatian, karena menyangkut penghuni rumah dan keandalan jaringan listrik yang diperbaiki.
Meskipun demikian, laporan yang tersedia belum merinci standar teknis yang digunakan, sertifikasi yang menjadi rujukan, maupun mekanisme pengecekan akhir sebelum instalasi atau peralatan dinyatakan aman.
Manfaat bagi Siswa dan Warga
Menurut VIVA NTT, program ini dimaksudkan untuk memberi pengalaman langsung kepada siswa SMKN 5 Kupang dalam menangani keluhan nyata di lapangan, serta membantu warga yang mengalami gangguan pada peralatan dan instalasi listrik.
Dengan menyentuh beragam jenis peralatan dan instalasi, siswa berlatih mendiagnosis masalah, menggunakan alat kerja bengkel, dan berkomunikasi dengan pengguna jasa di luar lingkungan sekolah.
Laporan tersebut juga menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya sekolah kejuruan untuk mengaitkan kompetensi yang diajarkan di kelas dengan kebutuhan praktis di rumah-rumah warga sekitar.
Skala dan Rincian Program
Hingga kini, informasi yang tersedia di VIVA NTT belum memuat data rinci mengenai jumlah siswa yang terlibat, jumlah rumah yang menjadi lokasi praktik, wilayah persis pelaksanaan, serta durasi program per rumah.
Belum ada pula keterangan yang terdokumentasi dari pihak sekolah mengenai hasil teknis pekerjaan siswa, misalnya jumlah peralatan yang berhasil diperbaiki atau jenis keluhan yang paling banyak muncul.
Sumber lain yang terbuka untuk publik lebih banyak membahas praktik bengkel rumah tangga secara umum, bukan secara khusus program SMKN 5 Kupang, sehingga belum dapat melengkapi detail teknis maupun evaluasi program sekolah tersebut.
Konteks Pendidikan Kejuruan
Dalam konteks pendidikan kejuruan, praktik di rumah warga seperti yang dijalankan SMKN 5 Kupang sejalan dengan gagasan pembelajaran berbasis proyek dan layanan, di mana siswa mengerjakan tugas nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Praktik semacam ini memberi kesempatan bagi sekolah untuk menguji daya terapan kompetensi listrik dan elektronika yang diajarkan di kelas, sekaligus membuka ruang interaksi antara siswa dan warga di lingkungan sekitar.
Namun, tanpa data terpublikasi tentang pemantauan keselamatan, evaluasi mutu pekerjaan, dan umpan balik warga, dampak jangka panjang program terhadap keterampilan siswa dan kenyamanan pemilik rumah belum dapat diukur secara terperinci dari sumber yang ada.
Sumber
Berita berikutnya

Bhabinkamtibmas Jerebuu Tangani Dugaan Perundungan di SMP Katolik
Bhabinkamtibmas Desa Naruwolo, Polsek Aimere, memfasilitasi penyelesaian dugaan perundungan terhadap seorang siswi di SMP Swasta Katolik Yos Sudarso J…
Baca juga



