NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Bandara Wunopito Ditutup 17–18 September karena Abu Lewotolok

Operasional Bandara Wunopito di Lewoleba, Lembata, kembali diperpanjang penutupannya akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Lewoleba — Operasional Bandara Wunopito (WATW) di Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali diperpanjang penutupannya akibat sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok. Menurut AirNav Indonesia yang dikutip sejumlah media, penutupan terbaru berlaku mulai Kamis, 17 September 2026, pukul 07.23 WITA hingga diperkirakan Jumat, 18 September 2026, pukul 07.00 WITA.

Informasi tersebut disampaikan EVP Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, dalam keterangan tertulis yang dikutip media nasional pada 17 September 2026. Dalam pemberitahuan kepada penerbang atau Notice to Airmen (NOTAM) terbaru, penutupan bandara dinyatakan dengan frasa “AD CLSD DUE TO LEWOTOLOK VOLCANIC ASH”.

AirNav Indonesia menyatakan penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan karena abu vulkanik Gunung Lewotolok masih terdeteksi di ruang udara yang menjadi jalur pendekatan dan lepas-landas pesawat di Bandara Wunopito. Evaluasi kondisi abu serta arah angin menjadi dasar penetapan durasi penutupan.

Penutupan beruntun sejak awal September

Aktivitas penutupan Bandara Wunopito telah berlangsung sejak awal September 2026. Pada 8 September, AirNav menerbitkan NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26 yang menyatakan bandara berstatus closed mulai pukul 07.01 WIB pada 8 September 2026 hingga estimasi pukul 06.00 WIB pada 9 September 2026 karena abu vulkanik Gunung Lewotolok.

Penutupan kemudian diperpanjang melalui pembaruan NOTAM C1145/26 NOTAMR C1134/26. Menurut keterangan AirNav yang dikutip berbagai media, perpanjangan berlaku mulai Rabu, 9 September 2026, pukul 07.18 WITA hingga estimasi Kamis, 10 September 2026, pukul 07.00 WITA. NOTAM tersebut menggantikan pemberitahuan sebelumnya dan tetap mencantumkan alasan penutupan karena abu vulkanik.

Media lokal Nusa Tenggara Timur yang mengutip Kepala Bandar Udara Wunopito, Sudarmana, memberitakan bahwa aktivitas penerbangan di Wunopito ditutup sejak 1 September 2026. Menurut dia, perubahan arah angin membuat abu erupsi Gunung Lewotolok mengarah langsung ke kawasan bandara, sehingga operasional penerbangan dihentikan sementara dan belum ada kepastian waktu pembukaan kembali.

Dampak terhadap penerbangan dan keselamatan

Dalam berbagai pernyataan, AirNav Indonesia menegaskan bahwa penutupan sementara operasional bandara merupakan bagian dari mitigasi risiko abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan. Abu dapat mengganggu visibilitas dan berpotensi merusak mesin pesawat, sehingga penutupan ruang udara dilakukan ketika sebaran abu berada pada ketinggian dan jalur yang membahayakan.

AirNav juga menyebutkan bahwa pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkala melalui NOTAM seiring perkembangan aktivitas Gunung Lewotolok dan hasil pemantauan sebaran abu. Koordinasi dilakukan dengan pengelola bandara, otoritas penerbangan, dan pos pengamatan gunung api untuk memastikan keputusan operasional didasarkan pada data terkini.

Bagi penumpang di Kabupaten Lembata dan sekitarnya, penutupan Bandara Wunopito berdampak pada jadwal penerbangan dari dan menuju Lewoleba. Media lokal mencatat, sejak awal September penerbangan reguler tidak dapat beroperasi dan masyarakat mengandalkan informasi dari maskapai maupun pengelola bandara untuk mengetahui perubahan jadwal atau kemungkinan pengalihan rute.

Sejauh ini, keterangan resmi yang dikutip media hanya mencantumkan waktu estimasi penutupan hingga 18 September 2026 pukul 07.00 WITA, tanpa menyebutkan jadwal pasti pembukaan kembali bandara. Keputusan perpanjangan atau pencabutan penutupan bergantung pada perkembangan abu vulkanik dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan pada periode berikutnya.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.