Banjir Sungai Lainjanji di Wulla Waijelu, 36 Warga Terdampak
Hujan berintensitas tinggi pada 29 Juni 2022 menyebabkan Sungai Lainjanji meluap dan memicu banjir di tiga desa Kecamatan Wulla Waijelu, Sumba Timur.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Sumba Timur — Hujan berintensitas tinggi pada Rabu, 29 Juni 2022, menyebabkan luapan Sungai Lainjanji dan banjir di Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Menurut laporan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, banjir terjadi di Desa Hadakamali, Lumbu Manggit, dan Laijanji sekitar pukul 09.00 WITA.
Pusat Krisis Kesehatan mencatat 19 kepala keluarga atau 36 jiwa terdampak banjir di tiga desa tersebut, tanpa korban jiwa maupun luka-luka. Informasi awal ini dihimpun dinas kesehatan setempat bersama sejumlah dinas terkait.
Desa Hadakamali, Lumbu Manggit, dan Laijanji tercatat sebagai desa yang pernah mengalami kejadian banjir dalam data resmi Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumba Timur. Dalam tabel kejadian bencana per desa, masing-masing desa memiliki satu kejadian banjir yang tercatat.
Wilayah dan warga terdampak
Pusat Krisis Kesehatan melaporkan banjir terjadi di pemukiman warga yang berada di sekitar aliran Sungai Lainjanji di Desa Hadakamali, Lumbu Manggit, dan Laijanji. Banjir dipicu hujan deras dan meluapnya sungai.
Jumlah warga terdampak yang tercatat dalam laporan awal adalah 19 kepala keluarga atau 36 orang. Tidak ada data resmi dalam laporan tersebut mengenai jumlah rumah yang terendam maupun kedalaman genangan air.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ketiga desa berada dalam wilayah administratif Kecamatan Wulla Waijelu dan termasuk desa yang pernah mengalami banjir dalam kurun waktu pencatatan.
Dampak dan penanganan
Dalam laporan Pusat Krisis Kesehatan, tidak dilaporkan adanya korban meninggal, hilang, maupun luka berat dan luka ringan akibat banjir di Wulla Waijelu pada 29 Juni 2022. Laporan itu juga tidak mencatat adanya warga yang ditempatkan di lokasi pengungsian khusus.
Laporan awal menyebutkan penanganan dilakukan melalui koordinasi dinas kesehatan dengan dinas terkait di Kabupaten Sumba Timur. Rincian bentuk bantuan, termasuk apakah berupa logistik atau layanan kesehatan di lokasi, belum diuraikan dalam informasi tersebut.
Data resmi Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumba Timur mengonfirmasi bahwa banjir termasuk salah satu jenis bencana yang pernah terjadi di Desa Hadakamali, Lumbu Manggit, dan Laijanji. Namun, data statistik itu bersifat agregat dan tidak memuat rincian kejadian per tanggal.
Konteks banjir di Wulla Waijelu
Kecamatan Wulla Waijelu beberapa kali dilaporkan mengalami banjir dalam 2022. Laporan Pusat Krisis Kesehatan menempatkan kejadian 29 Juni 2022 sebagai banjir yang dipicu hujan berintensitas tinggi dan meluapnya Sungai Lainjanji di tiga desa.
Pos-kupang.com pada Oktober 2022 menulis bahwa wilayah Wulla Waijelu kembali dilanda banjir dan genangan air mengganggu rumah warga serta fasilitas umum. Dalam berita itu juga disebutkan Desa Laijanji sebelumnya pernah diterjang banjir pada awal Juli 2022, sehingga kejadian banjir di wilayah tersebut berulang dalam periode yang berdekatan.
Rangkaian laporan resmi dan pemberitaan lokal menunjukkan banjir sebagai salah satu ancaman yang berulang bagi pemukiman dan infrastruktur di Wulla Waijelu. Sungai Lainjanji disebut sebagai salah satu sumber luapan air saat hujan deras di wilayah timur Sumba Timur.
Sumber
Berita berikutnya

Badan Geologi Turunkan Status Lewotobi Laki-Laki ke Level II Waspada
Badan Geologi menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada pada 16 September 2026 setelah aktivitas vulka…

