NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Bank NTT Siapkan Dua Skema Penangguhan Kredit Korban Gempa Flores

Bank NTT menyiapkan dua skema penangguhan kredit bagi nasabah yang terdampak gempa bumi di Flores pada 15 Agustus 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Flores — Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menyiapkan dua skema penangguhan kredit bagi nasabah yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menyatakan program keringanan itu sudah disiapkan sejak pertengahan Agustus untuk membantu debitur melewati masa pemulihan pascabencana.

Dua skema penangguhan kredit

Menurut penjelasan Charlie, Bank NTT menyiapkan dua pilihan skema bagi debitur terdampak gempa.

Pertama, penangguhan pembayaran pokok kredit.

Kedua, penangguhan pembayaran pokok sekaligus bunga.

Media lokal melaporkan bahwa untuk penangguhan pembayaran pokok saja, masa penangguhan dapat diberikan hingga enam bulan, sedangkan penangguhan pokok dan bunga disiapkan selama tiga bulan, dengan penetapan akhir mengikuti kajian bank terhadap kondisi masing-masing debitur.

Charlie menyebut program ini merupakan bagian dari upaya bank mendukung pemulihan ekonomi masyarakat Flores setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang merusak puluhan ribu rumah dan fasilitas publik.

Debitur terdampak dan proses pengajuan

Bank NTT telah melakukan pendataan awal debitur yang terdampak gempa.

Dalam wawancara dengan media, Charlie menyampaikan bahwa hasil identifikasi sementara menunjukkan sekitar 52 sampai 53 debitur masuk kategori terdampak.

Data debitur tersebut akan digunakan sebagai dasar penawaran fasilitas penangguhan dan relaksasi kredit.

Meski skema penangguhan sudah tersedia, hingga awal September 2026 belum ada debitur korban gempa Flores yang secara resmi mengajukan permohonan penangguhan atau restrukturisasi kredit kepada Bank NTT.

Bank tetap membuka ruang bagi debitur terdampak untuk mengajukan fasilitas tersebut.

Menurut pemberitaan, debitur dapat memilih salah satu dari dua skema sesuai kebutuhan dan akan berkonsultasi dengan pihak bank untuk menentukan bentuk keringanan yang paling sesuai.

Penetapan skema dan jangka waktu penangguhan dilakukan berdasarkan penilaian terhadap kemampuan bayar dan dampak bencana terhadap usaha atau pendapatan debitur.

Dampak bagi rumah tangga dan usaha kecil

Penangguhan kredit memberi ruang bagi rumah tangga terdampak gempa untuk memprioritaskan kebutuhan dasar dan perbaikan tempat tinggal.

Bagi pelaku usaha kecil dan mikro, kelonggaran pembayaran dapat membantu menjaga arus kas ketika kegiatan perdagangan atau produksi belum pulih sepenuhnya.

Pemerintah provinsi sebelumnya menyatakan berkoordinasi dengan perbankan dan otoritas keuangan untuk mendorong relaksasi pembiayaan bagi pelaku UMKM terdampak gempa, sehingga kebijakan Bank NTT berada dalam kerangka pemulihan ekonomi daerah.

Bank NTT menyatakan akan tetap memantau perkembangan di lapangan dan kondisi masing-masing debitur sebelum memutuskan bentuk keringanan akhir, termasuk kemungkinan penundaan pokok hingga beberapa bulan atau kombinasi penangguhan pokok dan bunga dengan jangka waktu lebih pendek.

Sejauh ini, bank belum mempublikasikan angka pasti mengenai total nilai kredit yang masuk dalam skema maupun batas waktu pengajuan, namun menegaskan komitmen untuk memberikan keringanan bagi debitur yang mengalami dampak langsung gempa Flores.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.