China Pastikan Warganya Terluka dalam Gempa M 7,7 NTT
Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi sejumlah kecil warga negaranya terluka dalam gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Luar Negeri China menyatakan sejumlah warga negaranya terluka akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Pemerintah China belum memerinci jumlah dan identitas warga yang mengalami luka tersebut, hanya menyebut "sejumlah kecil" warga terkena dampak.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyampaikan keterangan itu dalam konferensi pers rutin di Beijing pada Senin, 17 Agustus 2026. Menurut pernyataannya, Konsulat Jenderal China di Denpasar telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat untuk memberikan perlindungan dan bantuan konsuler kepada warga negara China yang terdampak gempa di NTT.
Sebelumnya, sejumlah media Indonesia melaporkan dua turis asal China yang menginap di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo, terluka saat menyelamatkan diri ketika gempa terjadi. Kedua wisatawan itu dibawa ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan medis.
Dua Turis China di Labuan Bajo Terluka
Laporan media lokal menyebutkan dua wisatawan China sedang menginap di Hotel Jayakarta ketika guncangan kuat dirasakan di Labuan Bajo. Mereka mengalami luka saat berupaya keluar dari bangunan hotel yang mengalami kerusakan struktur akibat gempa dengan pusat di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Menurut laporan yang mengutip Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan pada bagian struktur dan sebagian bangunan dilaporkan roboh. Seluruh tamu dan karyawan hotel direlokasi ke hotel lain yang dinilai lebih aman.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan BPOLBF menyatakan tidak ada wisatawan yang menjadi korban jiwa dalam kejadian tersebut. Wisatawan yang sempat terdampak, termasuk dua turis China, mendapat penanganan medis dan bantuan pemulihan perjalanan.
Bantuan Konsuler China dan Upaya Penanganan
Dalam konferensi pers di Beijing, Lin Jian menyampaikan bahwa pemerintah China menyampaikan belasungkawa kepada para korban meninggal dan simpati kepada warga yang terluka akibat gempa di NTT. Ia menegaskan China siap memberikan dukungan dan bantuan lebih lanjut sesuai kebutuhan yang disampaikan pemerintah Indonesia.
Lin Jian juga menuturkan bahwa perwakilan konsuler di Denpasar telah mengaktifkan respons darurat untuk membantu warga China yang cedera dan terdampak, termasuk koordinasi dengan otoritas lokal dan fasilitas kesehatan di NTT dan Bali. Pernyataan ini sejalan dengan laporan media Indonesia yang mencatat adanya pendampingan terhadap wisatawan asing yang sedang berlibur di kawasan Labuan Bajo dan destinasi lain di Floratama.
Dampak Gempa dan Korban di NTT
Gempa bermagnitudo 7,7 yang berpusat di laut dekat Mbay, Kabupaten Nagekeo, terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 04.58 WIB. Guncangan dirasakan luas di NTT dan sejumlah daerah lain, serta memicu kerusakan bangunan di beberapa kabupaten, termasuk fasilitas pariwisata di Labuan Bajo.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Sabtu sore pukul 15.00 WIB, sedikitnya 38 orang meninggal, 2 orang mengalami luka berat, dan 11 orang luka ringan akibat gempa tersebut. Sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian mandiri ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BPOLBF dan pemerintah daerah melaporkan sejumlah fasilitas wisata terdampak, terutama Hotel Jayakarta di Labuan Bajo, sementara wisatawan yang berada di kawasan destinasi dipastikan selamat. Laporan resmi belum merinci secara lengkap kerusakan hotel lain maupun keseluruhan jumlah wisatawan asing yang terdampak, selain konfirmasi mengenai dua turis China yang terluka.
Sumber
Berita berikutnya
Gempa M5,5 Guncang Kabupaten Kupang pada Minggu Sore
Gempa bermagnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 26 Juli 2026 sore. BMKG menyebut pusat gempa di darat dan tidak…
Baca juga





