Bapanas Salurkan 4.000 Paket Pangan di Timor Tengah Selatan
Badan Pangan Nasional menyalurkan 4.000 paket bantuan pangan di 13 desa Kabupaten Timor Tengah Selatan pada 2–4 November 2026. Realisasi hari pertama sekitar 43,85 persen.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
SoE — Badan Pangan Nasional menyalurkan 4.000 paket bantuan pangan kepada keluarga miskin desil satu dan dua di 13 desa rentan rawan pangan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, pada 2–4 November 2026. Penyaluran ini menjadi bagian dari Aksi Kesiapsiagaan Krisis Pangan Tahun 2026.
Pada hari pertama, bantuan menjangkau enam desa di Kecamatan Kualin dengan sasaran 2.273 kepala keluarga. Realisasi mencapai 77,17 persen dari sasaran hari pertama atau sekitar 43,85 persen dari total 4.000 paket.
Setiap paket berisi dua bungkus jagung bose dengan berat masing-masing 500 gram, 20 butir telur ayam ras, satu bungkus kacang hijau seberat 500 gram, satu liter minyak goreng kemasan, serta 10 saset susu bubuk. Secara keseluruhan, bantuan itu mencakup 4 ton jagung bose, 80.000 butir telur ayam ras, 2 ton kacang hijau, 4.000 liter minyak goreng, dan 40.000 saset susu bubuk.
Bantuan pangan menjangkau warga rentan di Timor
Penyaluran berfokus pada warga yang masuk kelompok desil satu dan dua. Sebanyak 13 desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan termasuk wilayah sasaran karena rentan rawan pangan.
Penyaluran dilakukan kepada warga di Kecamatan Amanuban Selatan dan Kecamatan Kualin Selatan. Kegiatan tersebut juga melibatkan Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur dalam rangkaian gladi kesiapsiagaan krisis pangan.
Bantuan ini penting bagi pembaca di Timor karena menyangkut akses pangan rumah tangga miskin di tingkat desa. Rincian isi paket menunjukkan jenis dan jumlah komoditas yang diterima setiap keluarga.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Timor
Enam Kecamatan di TTS Masuk Kategori Awas Kekeringan Meteorologis
BMKG menetapkan Amanatun Utara, Boking, Kok Baun, Nunkolo, Santian, dan Toianas di Timor Tengah Selatan dalam kategori awas kekeringan meteorologis pa…
Paling ramai di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





