NTT Hari Ini

Jumat, 6 November 2026

Karantina NTT Bahas Pengawasan Komoditas di Rote Ndao

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTT menggelar forum bersama pemangku kepentingan dan pelaku usaha di Rote Ndao untuk membahas pengawasan komoditas, biosekuriti, dan perdagangan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Berbagai macam buah segar tersusun rapi dalam kotak-kotak kayu di pasar.
Ilustrasi: Berbagai macam buah segar tersusun rapi dalam kotak-kotak kayu di pasar. · Foto: Ali Alcántara / Pexels

Mokdale — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur menggelar Coffee Morning bersama pemangku kepentingan dan pelaku usaha di Kabupaten Rote Ndao pada 5 November 2026.

Mengapa ini penting: Pelaku usaha dan instansi di Rote Ndao mendapat penjelasan tentang pengawasan lalu lintas komoditas, sertifikat karantina, serta ketentuan yang harus dipenuhi agar kiriman tidak ditolak.

Kegiatan itu berlangsung di Aula Cafe You Need Me, Mokdale. Menurut RRI, forum tersebut membahas komitmen bersama untuk menjaga keamanan sumber daya hayati sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala BKHIT NTT Simon Soli mengatakan karantina mengawasi lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan melalui pintu pemasukan serta pengeluaran. Pengawasan itu disertai penerbitan sertifikat karantina untuk memastikan komoditas memenuhi standar dan persyaratan daerah tujuan.

Dalam kegiatan tersebut, BKHIT NTT menyoroti potensi komoditas NTT dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Komoditas itu dinilai memiliki peluang diperdagangkan hingga pasar ekspor, dengan syarat mutu, kualitas, dan kesinambungan pasokannya terjaga.

Tribunnews melaporkan forum itu juga membahas biosekuriti, keamanan pangan, alur pelayanan karantina, serta sanksi pidana bagi pelanggar aturan karantina. BKHIT NTT menyebut pengawasan dilakukan melalui jaringan satuan pelayanan di bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas, termasuk Pelabuhan Ba'a di Rote Ndao.

Simon mengatakan koordinasi antara instansi pemerintah, aparat terkait, dan pelaku usaha diperlukan karena kondisi geografis NTT sebagai wilayah kepulauan. Kepatuhan terhadap ketentuan karantina diperlukan agar komoditas yang diperdagangkan tidak ditolak di daerah tujuan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.