NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Belu Siapkan 35 Ribu Dosis Vaksin Rabies untuk 24 Ribu Anjing

Pemerintah Kabupaten Belu menyiapkan sekitar 35 ribu dosis vaksin rabies untuk program vaksinasi anjing Juni–September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Atambua — Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menyiapkan sekitar 35.000 dosis vaksin rabies untuk program vaksinasi anjing yang berlangsung sepanjang tahun 2026, dengan sasaran sekitar 24.000 ekor anjing peliharaan di wilayah itu, menurut pernyataan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Belu, Yoos Djami, pada 12 September 2026.

Yoos Djami menjelaskan, jumlah sasaran vaksinasi mengacu pada data populasi anjing di Kabupaten Belu yang tercatat sekitar 24.000 ekor hingga Februari 2026, sehingga program diarahkan untuk menjangkau seluruh populasi anjing peliharaan yang sudah terdata.

Pelaksanaan vaksinasi tahun 2026 dimulai sejak Juni dan ditargetkan selesai pada September. Pemerintah menyediakan sekitar 35.000 dosis vaksin rabies untuk mendukung vaksinasi tahap III dan IV serta vaksinasi pengulangan di berbagai wilayah kabupaten.

Menurut Yoos, pendataan hewan anjing peliharaan dilakukan petugas secara menyeluruh, termasuk anjing yang akan beranak. Petugas mulai melakukan vaksinasi per 1 Juni dan kegiatan dijadwalkan berakhir pada September, dengan pengulangan hingga tahap keempat bahkan kelima di sejumlah lokasi.

Data utama vaksinasi

  • Persediaan vaksin rabies: sekitar 35.000 dosis.
  • Sasaran vaksinasi: sekitar 24.000 ekor anjing peliharaan.
  • Periode pelaksanaan: Juni–September 2026.

Vaksinasi berulang dan target cakupan

Yoos Djami menyebut vaksinasi tahun 2026 merupakan kelanjutan dari upaya pencegahan rabies yang telah dilakukan sejak 2024 dan 2025. Ia menekankan pentingnya pengulangan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan anjing dan menekan kasus rabies di Kabupaten Belu.

Dalam beberapa pernyataan sebelumnya, pemerintah kabupaten dan mitra internasional menargetkan cakupan minimal sekitar 70 persen dari total populasi anjing agar pencegahan rabies berjalan efektif. Program vaksinasi berulang di Belu menjadi bagian dari upaya mencapai target tersebut.

Pemerintah Kabupaten Belu juga mendapatkan dukungan vaksin dari pemerintah provinsi dan anggaran daerah, sehingga stok vaksin injeksi dan dukungan pelatihan bagi vaksinator dinilai cukup untuk melayani populasi anjing peliharaan yang sudah terdata.

Selain vaksin injeksi, kerja sama dengan organisasi internasional di bidang rabies sejak 2025 memperkenalkan penggunaan vaksin oral rabies untuk anjing yang sulit dijangkau dengan penyuntikan, terutama anjing yang dilepas bebas. Metode ini digunakan melalui umpan yang dirancang agar dimakan anjing.

Menurut pejabat peternakan dan pihak organisasi internasional yang terlibat, penerapan vaksin oral di Belu dan kabupaten tetangga dilakukan untuk mempermudah petugas mencapai cakupan vaksinasi pada anjing liar atau anjing yang tidak mudah ditangkap, sehingga upaya pencegahan rabies dapat menjangkau lebih banyak hewan.

Belu sebelumnya ditetapkan dalam status siaga rabies karena peningkatan kasus gigitan hewan penular rabies dan temuan kasus positif pada anjing. Sejak vaksinasi massal dilakukan secara bertahap, jumlah kasus positif dilaporkan menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah daerah mendorong pemilik hewan untuk aktif melaporkan anjing peliharaan kepada petugas vaksinator. Warga diimbau membawa hewan peliharaan ke lokasi vaksinasi yang ditentukan agar program dapat menjangkau populasi sasaran dan risiko penularan rabies ke manusia dapat dikendalikan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.