NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Tripika Cup III Sumba Tengah Jaga Tradisi dan Potensi Ekonomi

Pacuan Kuda Tripika Cup III Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tahun 2026 resmi digelar di Lapangan Katonduk Jara, Sumba Tengah, pada Sabtu, 12 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Sumba House Architecture.
Foto arsip: Sumba House Architecture. · Foto: Allwyn Wawyn / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Sumba Tengah — Pacuan Kuda Tripika Cup III Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tahun 2026 resmi digelar di Lapangan Katonduk Jara, Desa Prarikaroku Jangga, Kabupaten Sumba Tengah, pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Sumba Tengah M. Umbu Djoka, S.Hut., M.Si., dan dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Tengah, pimpinan perangkat daerah, Camat Umbu Ratu Nggay, Kapolsek Lendiwacu, para kepala desa, panitia, tokoh masyarakat, serta pemilik kuda pacu.

Pemberitaan RRI menyebut pemerintah kabupaten memandang pacuan kuda bukan hanya sebagai pertandingan atau hiburan, melainkan bagian dari upaya melestarikan budaya Sumba. Pacuan Kuda Tripika Cup III ditempatkan sebagai ruang menjaga tradisi yang turun-temurun melekat dalam kehidupan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Wakil Bupati M. Umbu Djoka menyampaikan apresiasi kepada panitia, sponsor, pemilik kuda, dan masyarakat yang mendukung pelaksanaan pacuan kuda. Ia juga mengajak peserta dan pihak terkait menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, serta mempererat persaudaraan selama rangkaian perlombaan.

Tradisi dan potensi ekonomi

Menurut laporan RRI, pacuan kuda memiliki hubungan erat dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Sumba, sehingga pelaksanaannya secara rutin dinilai membantu menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal generasi berikutnya. Pemerintah daerah melihat bahwa kegiatan seperti Tripika Cup III berkontribusi menjaga identitas budaya sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi masyarakat pecinta kuda pacu.

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah juga menyoroti potensi ekonomi dari penyelenggaraan pacuan kuda di Umbu Ratu Nggay. Perputaran aktivitas selama kegiatan disebut berpeluang dirasakan pemilik dan peternak kuda, pedagang, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar lokasi perlombaan. Dalam konteks yang lebih luas, media lokal lain menggambarkan pacuan kuda Sumba sebagai warisan budaya yang dapat menggerakkan prestasi olahraga sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.

Meski demikian, laporan yang ada belum memuat data kuantitatif mengenai nilai transaksi, jumlah pedagang atau UMKM yang terlibat, maupun besaran perubahan pendapatan selama kegiatan Tripika Cup III. Informasi yang tersedia masih menempatkan dampak ekonomi sebagai peluang yang dapat dikembangkan melalui penyelenggaraan pacuan kuda secara tertib dan berkelanjutan.

Tripika Cup III juga menjadi ajang pertemuan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemilik kuda, perangkat desa, hingga pimpinan perangkat daerah dan aparat keamanan. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan terhadap kegiatan yang memadukan olahraga, hiburan rakyat, dan tradisi lokal.

Data pokok kegiatan

  • Nama kegiatan: Pacuan Kuda Tripika Cup III Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tahun 2026.
  • Waktu pelaksanaan: Sabtu, 12 September 2026.
  • Lokasi: Lapangan Katonduk Jara, Desa Prarikaroku Jangga, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah.
  • Pembuka kegiatan: Wakil Bupati Sumba Tengah M. Umbu Djoka, S.Hut., M.Si.

Keselamatan dan ketertiban

Dalam pemberitaan RRI, Wakil Bupati Sumba Tengah mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan pacuan kuda Tripika Cup III. Ia menekankan agar seluruh pihak memperhatikan kesehatan kuda serta keselamatan joki, dengan tetap mengedepankan sportivitas dan rasa tanggung jawab.

Pemerintah daerah juga menyampaikan komitmen untuk mendukung pengembangan pacuan kuda melalui peningkatan kapasitas peternak dan pengembangan kuda lokal. Selain itu, disebut perlunya pengawasan dan penertiban lalu lintas ternak kuda agar kegiatan pacuan kuda berjalan tertib dan tidak menimbulkan masalah bagi masyarakat.

Rencana penguatan peternak dan pengembangan kuda lokal itu sejalan dengan pandangan sejumlah tokoh di Sumba yang melihat pacuan kuda sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sarana pembinaan atlet dan pengembangan ekonomi. Upaya pemerintah daerah diharapkan dapat menjadikan ajang seperti Tripika Cup sebagai agenda yang berkelanjutan, aman, dan memberi manfaat bagi warga di Umbu Ratu Nggay dan sekitarnya.

Konteks Tripika Cup III

Tripika Cup III merupakan penyelenggaraan pacuan kuda tingkat Kecamatan Umbu Ratu Nggay pada 2026 yang dilaporkan RRI pada 14 September 2026. Dalam laporan itu, kegiatan dikaitkan dengan dua tujuan utama: mempertahankan pacuan kuda sebagai warisan budaya dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui perputaran usaha yang muncul selama event.

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menegaskan bahwa kompetisi pacuan kuda perlu diselenggarakan secara tertib, aman, dan bertanggung jawab. Melalui ajang Tripika Cup III, pemerintah daerah mengajak masyarakat menjaga tradisi berkuda Sumba sembari mengembangkan potensi ekonomi lokal di Umbu Ratu Nggay.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.