NTT Hari Ini

Rabu, 7 Oktober 2026

Berapa Lama Wisatawan Menginap di NTT? Ini Cara Membaca Datanya

Rata-rata lama menginap tamu hotel di NTT pada Juli 2025 berada di bawah dua malam. Data BPS memperlihatkan perbedaan hunian antara hotel berbintang dan nonbintang serta antarkabupaten.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kamar hotel yang rapi dengan teko kopi di atas meja dan koper di sudut ruangan.
Ilustrasi: Kamar hotel yang rapi dengan teko kopi di atas meja dan koper di sudut ruangan. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Wisatawan yang datang ke Nusa Tenggara Timur belum otomatis tinggal lama. Pada Juli 2025, tamu hotel berbintang rata-rata menginap 1,64 malam, sedangkan tamu hotel nonbintang 1,46 malam. Data itu menunjukkan ukuran kunjungan perlu dibaca bersama durasi menginap dan tingkat hunian, bukan hanya jumlah kedatangan.

Berapa lama wisatawan menginap di NTT?

Menurut Badan Pusat Statistik NTT dalam siaran pers 1 September 2025, rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang pada Juli 2025 adalah 1,64 malam. Pada hotel nonbintang, rata-ratanya 1,46 malam.

Angka tersebut mengukur lama tinggal tamu yang menginap di hotel yang tercakup dalam statistik, bukan seluruh lama perjalanan wisatawan di NTT. Karena itu, wisatawan yang tinggal di rumah keluarga, penginapan yang tidak tercakup, atau berpindah akomodasi tidak otomatis tergambar dalam ukuran ini.

Apakah hotel berbintang lebih ramai?

Pada Juli 2025, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di NTT mencapai 50,95 persen, menurut BPS NTT, 2025. Jumlah tamunya 65.002 orang, dengan tamu domestik mencakup 63,13 persen.

Hotel nonbintang mencatat tingkat penghunian kamar 18,17 persen pada bulan yang sama. Jumlah tamunya 53.488 orang, dan 61,00 persen di antaranya merupakan tamu domestik, menurut BPS NTT, 2025.

Wilayah mana yang mencatat hunian tertinggi?

Untuk hotel berbintang, tingkat penghunian kamar tertinggi pada Juli 2025 tercatat di Manggarai Barat sebesar 73,53 persen, disusul Sumba Timur 55,40 persen dan Sumba Barat 46,24 persen, menurut BPS NTT, 2025.

Pada hotel nonbintang, tingkat penghunian kamar tertinggi berada di Kabupaten Kupang sebesar 36,67 persen, Belu 35,31 persen, dan Timor Tengah Selatan 30,53 persen. Angka ini membedakan pola akomodasi antardaerah di Flores, Sumba, dan Timor.

Bagaimana membaca angka kunjungan dan hunian?

Jumlah tamu, tingkat penghunian kamar, dan lama menginap menjawab pertanyaan yang berbeda. Jumlah tamu menghitung orang yang tercatat menginap, tingkat penghunian mengukur kamar yang terisi, sedangkan lama menginap menunjukkan durasi rata-rata tamu berada di akomodasi.

Karena indikatornya berbeda, kenaikan jumlah tamu tidak selalu berarti wisatawan tinggal lebih lama. Untuk membaca aktivitas pariwisata NTT secara lebih utuh, ketiganya perlu dilihat pada periode dan jenis hotel yang sama.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.