Berapa Lama Wisatawan Menginap di NTT? Ini Cara Membaca Datanya
Rata-rata lama menginap tamu hotel di NTT pada Juli 2025 berada di bawah dua malam. Data BPS memperlihatkan perbedaan hunian antara hotel berbintang dan nonbintang serta antarkabupaten.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Wisatawan yang datang ke Nusa Tenggara Timur belum otomatis tinggal lama. Pada Juli 2025, tamu hotel berbintang rata-rata menginap 1,64 malam, sedangkan tamu hotel nonbintang 1,46 malam. Data itu menunjukkan ukuran kunjungan perlu dibaca bersama durasi menginap dan tingkat hunian, bukan hanya jumlah kedatangan.
Berapa lama wisatawan menginap di NTT?
Menurut Badan Pusat Statistik NTT dalam siaran pers 1 September 2025, rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang pada Juli 2025 adalah 1,64 malam. Pada hotel nonbintang, rata-ratanya 1,46 malam.
Angka tersebut mengukur lama tinggal tamu yang menginap di hotel yang tercakup dalam statistik, bukan seluruh lama perjalanan wisatawan di NTT. Karena itu, wisatawan yang tinggal di rumah keluarga, penginapan yang tidak tercakup, atau berpindah akomodasi tidak otomatis tergambar dalam ukuran ini.
Apakah hotel berbintang lebih ramai?
Pada Juli 2025, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di NTT mencapai 50,95 persen, menurut BPS NTT, 2025. Jumlah tamunya 65.002 orang, dengan tamu domestik mencakup 63,13 persen.
Hotel nonbintang mencatat tingkat penghunian kamar 18,17 persen pada bulan yang sama. Jumlah tamunya 53.488 orang, dan 61,00 persen di antaranya merupakan tamu domestik, menurut BPS NTT, 2025.
Wilayah mana yang mencatat hunian tertinggi?
Untuk hotel berbintang, tingkat penghunian kamar tertinggi pada Juli 2025 tercatat di Manggarai Barat sebesar 73,53 persen, disusul Sumba Timur 55,40 persen dan Sumba Barat 46,24 persen, menurut BPS NTT, 2025.
Pada hotel nonbintang, tingkat penghunian kamar tertinggi berada di Kabupaten Kupang sebesar 36,67 persen, Belu 35,31 persen, dan Timor Tengah Selatan 30,53 persen. Angka ini membedakan pola akomodasi antardaerah di Flores, Sumba, dan Timor.
Bagaimana membaca angka kunjungan dan hunian?
Jumlah tamu, tingkat penghunian kamar, dan lama menginap menjawab pertanyaan yang berbeda. Jumlah tamu menghitung orang yang tercatat menginap, tingkat penghunian mengukur kamar yang terisi, sedangkan lama menginap menunjukkan durasi rata-rata tamu berada di akomodasi.
Karena indikatornya berbeda, kenaikan jumlah tamu tidak selalu berarti wisatawan tinggal lebih lama. Untuk membaca aktivitas pariwisata NTT secara lebih utuh, ketiganya perlu dilihat pada periode dan jenis hotel yang sama.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Bencana
Penyebab Gempa di NTT: Lempeng Tektonik, Sesar Aktif, dan Flores Back-Arc Thrust
Gempa di NTT terutama dipicu interaksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia, plus sesar aktif seperti Flores Back-Arc Thrust serta sesar darat seperti S…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga




