NTT Hari Ini

Minggu, 1 November 2026

BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Ruteng

BMKG menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Ruteng pada 29 Oktober 2026. Jaringan pemantauan NTT mencakup sekitar 39 peralatan peringatan tsunami dan 24 peralatan pemantauan atmosfer.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Stasiun pemancar dengan panel surya dan menara komunikasi di bukit berbatu.
Ilustrasi: Stasiun pemancar dengan panel surya dan menara komunikasi di bukit berbatu. · Foto: Liisbet Luup / Pexels

Ruteng — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada 29 Oktober 2026. Kegiatan itu melibatkan pemerintah daerah, aparat, komunitas, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Mengapa ini penting: Warga dan lembaga di Manggarai mendapat edukasi serta latihan kesiapsiagaan, sementara kegiatan serupa direncanakan diperluas ke sejumlah kecamatan pada tahun berikutnya.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Stasiun Geofisika Kelas I Kupang untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi serta tsunami. Peserta mengikuti materi tentang karakteristik gempa, potensi bahaya di Manggarai, dampak guncangan, skala intensitas, dan simulasi penanganan bencana.

Menurut RRI, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu menyampaikan bahwa jaringan pemantauan di Nusa Tenggara Timur mencakup sekitar 39 peralatan Indonesia Tsunami Early Warning System dan 24 peralatan pemantauan atmosfer, laut, dan lingkungan.

BMKG mencatat 23.285 gempa susulan setelah gempa utama hingga 20 Oktober 2026. Sebanyak 227 gempa susulan dirasakan masyarakat. Data tersebut menjadi salah satu dasar penguatan edukasi dan latihan kesiapsiagaan di daerah.

Pemerintah Kabupaten Manggarai berencana menjadikan Sekolah Lapang Gempa Bumi sebagai agenda tahunan. Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit menyatakan kegiatan berikutnya akan diperluas ke sejumlah kecamatan, termasuk wilayah utara kabupaten.

Peserta juga mengikuti simulasi gempa bumi kuat dan latihan berbasis kelompok melalui table-top exercise. Kegiatan itu diarahkan untuk memperkuat koordinasi pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat ketika menghadapi bencana.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Bencana

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.