BNPB: 135 Orang Meninggal, 23.835 Rumah Rusak Terverifikasi di NTT
BNPB memperbarui dampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur per 8 September 2026. Korban meninggal disebut 135 orang, sementara 23.835 dari 51.591 rumah yang diverifikasi dinyatakan rusak.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 135 orang meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Dalam pembaruan per Selasa, 8 September 2026, BNPB juga mencatat 23.835 rumah yang telah diverifikasi memenuhi kriteria rusak.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut korban meninggal terdiri atas 48 orang yang terdampak langsung dan 87 orang yang meninggal akibat dampak tidak langsung. Ia menyampaikan data itu dalam keterangan yang dikutip media pada 8 September 2026.
BNPB menerima laporan awal 98.986 rumah rusak, yang mencakup kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Dari jumlah itu, 51.591 rumah telah diverifikasi dan divalidasi petugas.
Rincian verifikasi rumah rusak
Hasil pemeriksaan BNPB menunjukkan 23.835 rumah masuk kriteria rusak. Rinciannya terdiri atas 2.382 rumah rusak berat, 7.276 rumah rusak sedang, dan 14.177 rumah rusak ringan.
Sebanyak 27.756 rumah yang sudah diperiksa tidak masuk kriteria kerusakan. Dengan demikian, angka 98.986 merupakan laporan awal kerusakan yang diterima BNPB, sedangkan 23.835 adalah rumah yang telah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi kriteria rusak.
BNPB juga mencatat kerusakan pada 712 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, dan 663 kantor. Data itu masih berada dalam proses pembaruan seiring verifikasi lapangan berjalan.
Penyaluran bantuan
BNPB melaporkan telah menyalurkan 2.165 ton bantuan ke NTT melalui jalur Labuan Bajo dan Maumere. Dari total itu, 1.379 ton dikirim lewat Labuan Bajo dan 652 ton lewat Maumere.
BNPB belum merinci jenis bantuan, wilayah penerima, maupun jadwal distribusi di tiap daerah dalam keterangan yang dikutip media.
Gempa magnitudo 7,7 itu terjadi di NTT pada 15 Agustus 2026 dan menjadi dasar pembaruan data kerusakan serta korban jiwa yang disampaikan BNPB pada awal September.
Sumber
Berita berikutnya

Noldy Pellokila: Gotong Royong Jadi Wujud Nyata Bela Negara
Kepala Kesbangpol NTT Noldy Hosea Pellokila menilai gotong royong sebagai wujud nyata bela negara yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan seha…
Baca juga



