NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

BNPB: 135 Orang Meninggal Akibat Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

BNPB melaporkan 135 orang meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur per Selasa, 8 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Labuan Bajo — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 135 orang meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) per Selasa, 8 September 2026. Menurut Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, 48 orang meninggal akibat terdampak langsung gempa, sedangkan 87 lainnya akibat dampak tidak langsung.

Data tersebut disampaikan Berton dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, dan dikutip sejumlah media nasional, termasuk Kontan dan Metro TV News. Kedua media itu menggarisbawahi bahwa 135 korban jiwa merupakan penjumlahan korban yang terdampak langsung dan tidak langsung.

Data dampak bencana

Selain korban meninggal, BNPB mencatat korban luka dan pengungsi dalam jumlah besar. Menurut laporan Metro TV News dan sejumlah media lain yang merujuk data BNPB per 8 September 2026, terdapat 1.763 orang luka-luka dan 70.382 orang mengungsi.

  • Korban meninggal: 135 orang
  • Meninggal akibat dampak langsung: 48 orang
  • Meninggal akibat dampak tidak langsung: 87 orang
  • Korban luka-luka: 1.763 orang
  • Warga mengungsi: 70.382 orang

BNPB juga melaporkan kerusakan pada 98.986 rumah akibat gempa. Angka ini mencakup rumah rusak berat, sedang, dan ringan. Metro TV News menyebut sebagian dari rumah tersebut sudah masuk proses verifikasi kerusakan oleh BNPB dan pemerintah daerah.

Dalam proses verifikasi sementara, data kerusakan rumah dikelompokkan ke dalam kategori rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Sebagian rumah lainnya dinyatakan tidak memenuhi kriteria kerusakan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan. BNPB menegaskan bahwa proses pemeriksaan kerusakan masih berjalan, sehingga angka kerusakan rumah belum final.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum. Data BNPB yang dikutip IDN Times dan media lain menyebut terdapat 712 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, dan 663 unit perkantoran yang terdampak gempa. BNPB menyatakan bantuan logistik telah disalurkan ke NTT, dengan total 2.165 ton bantuan yang didistribusikan melalui Labuan Bajo dan Maumere.

Konteks pembaruan data

Berton menjelaskan bahwa angka 48 korban meninggal akibat dampak langsung gempa bertambah enam orang dibandingkan data yang disampaikan BNPB pada Jumat, 4 September 2026. Peningkatan ini muncul setelah proses pendataan dan verifikasi di lapangan.

Pembaruan per 8 September 2026 menunjukkan pembedaan antara korban yang meninggal akibat dampak langsung dan dampak tidak langsung. Korban langsung adalah warga yang meninggal karena terdampak langsung guncangan gempa, sedangkan korban tidak langsung terkait dengan dampak lanjutan bencana.

BNPB dan pemerintah daerah di NTT masih melakukan validasi dan pemutakhiran data korban serta kerusakan. Lembaga tersebut menyebutkan bahwa proses pendataan belum selesai, sehingga angka korban dan kerusakan berpotensi berubah seiring verifikasi lanjutan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.