BPBD NTT Catat Banjir dan Longsor di Empat Wilayah pada Akhir Januari 2025
BPBD NTT mencatat banjir dan longsor di Malaka, Kota Kupang, Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Kupang pada akhir Januari 2025. BMKG memperkirakan cuaca ekstrem di NTT masih berlangsung hingga awal Februari.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Kupang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Timur mencatat banjir dan longsor di empat wilayah setelah hujan lebat mengguyur sejumlah daerah pada akhir Januari 2025. Wilayah yang terdampak adalah Kabupaten Malaka, Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Kupang.
Menurut BPBD NTT, hujan disertai angin kencang dan petir memicu genangan, banjir, dan longsor di sejumlah titik di Pulau Timor. Laporan itu juga menyebut dampak paling berat terjadi di Malaka, ketika air dari beberapa aliran sungai masuk ke permukiman warga.
Bencana di Timor Tengah Selatan sempat menutup ruas Trans Timor karena material longsor. Setelah material dibersihkan, kendaraan kembali dapat melintas. Di Kota Kupang, laporan itu menyebut satu jembatan rusak dan dua rumah terendam.
Sementara itu, Kabupaten Kupang terdampak banjir di sejumlah lokasi. BPBD NTT juga menerima informasi tentang banjir di beberapa wilayah Flores, tetapi belum menguraikannya dalam laporan yang sama.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang memperkirakan cuaca ekstrem di NTT masih dapat berlangsung hingga 3 Februari 2025. Kepala BMKG El Tari Kupang Sti Nenotek mengatakan curah hujan di Kota Kupang dan sekitarnya pada 30-31 Januari 2025 mencapai 105 milimeter, sementara hujan pada 27 Januari 2025 di Kota Kupang masuk kategori ekstrem.
BNPB pada 4 Februari 2025 kemudian melaporkan banjir di Kabupaten Kupang melanda enam kecamatan, yakni Kupang Tengah, Kupang Timur, Sulamu, Amfoang Utara, Amfoang Barat Laut, dan Fatuleu Barat. Lembaga itu juga menyebut pemerintah setempat menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi sejak 1 Januari hingga 31 Maret 2025.
Data dampak yang disebut dalam laporan:
- Malaka: banjir merendam permukiman warga.
- TTS: longsor menutup ruas Trans Timor.
- Kota Kupang: satu jembatan rusak, dua rumah terendam.
- Kabupaten Kupang: banjir di sejumlah lokasi.
Cuaca ekstrem pada akhir Januari 2025 juga dilaporkan berdampak lebih luas di NTT, terutama di wilayah yang rawan banjir dan longsor di Pulau Timor.
Sumber
Berita berikutnya

Satlantas Polres Alor Anjangsana ke Dua Purnawirawan Jelang HUT Lantas
Satlantas Polres Alor mengunjungi dua purnawirawan Polri di Alor pada Rabu, 16 September 2026, sebagai bagian rangkaian menyambut Hari Lalu Lintas Bha…
Baca juga



