Bulog NTT Salurkan 21.676 Ton Beras SPHP ke Pasar dan Ritel
Perum Bulog Kanwil Nusa Tenggara Timur menyalurkan 21.676 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar dan jaringan ritel sepanjang Januari–September 2026 untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan beras di NTT.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kupang — Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur menyalurkan 21.676 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar dan jaringan ritel di seluruh NTT sepanjang Januari hingga September 2026 untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan bagi konsumen.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT Arrahim K. Kanam menyampaikan data tersebut di Kupang pada awal September 2026. Ia menjelaskan, penyaluran beras SPHP diarahkan ke pasar tradisional dan jaringan ritel di berbagai daerah di NTT guna memastikan masyarakat dapat mengakses beras dengan pasokan yang terjaga.
Menurut Arrahim, distribusi beras SPHP dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Bulog NTT memantau penyaluran di kabupaten dan kota serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menjaga kelancaran distribusi di tingkat konsumen.
Distribusi ke pasar dan ritel
Bulog NTT mencatat bahwa beras SPHP disalurkan melalui dua saluran utama, yakni pasar dan jaringan ritel. Pola distribusi ini dipakai untuk memperluas jangkauan beras SPHP dan mendukung stabilisasi pasokan di berbagai wilayah provinsi.
Penyaluran beras SPHP menjadi salah satu instrumen intervensi pasar yang digunakan pemerintah melalui Bulog untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan pokok. Program SPHP di tingkat konsumen dijalankan berdasarkan penugasan pemerintah kepada Bulog dengan target penyaluran nasional yang ditetapkan dalam surat Badan Pangan Nasional.
Di NTT, penyaluran beras SPHP sebelumnya juga dilakukan untuk mendukung pengendalian inflasi dan menjaga harga beras, termasuk melalui distribusi ke warga Kota Kupang pada periode 2024. Pengalaman penyaluran pada tahun-tahun sebelumnya menjadi dasar Bulog NTT dalam melanjutkan pola distribusi melalui pasar dan ritel.
Volume penyaluran dan peran SPHP
Volume 21.676 ton beras SPHP untuk periode Januari–September 2026 menunjukkan skala intervensi Bulog NTT di pasar beras lokal. Penyaluran dilakukan secara berkesinambungan mengikuti dinamika pasokan dan permintaan di wilayah NTT.
Penugasan program SPHP beras di tingkat konsumen merupakan bagian dari upaya menjaga tiga aspek utama, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan. Melalui SPHP, Bulog menyediakan beras dengan kualitas dan harga yang diatur pemerintah, sehingga diharapkan dapat menahan tekanan kenaikan harga di pasar.
Bulog NTT menyatakan akan melanjutkan distribusi beras SPHP ke pasar dan ritel di NTT. Keberlanjutan program ini bergantung pada ketersediaan stok, kelancaran pasokan, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan di daerah.
Selain SPHP, Bulog NTT juga menjalankan berbagai program penyaluran beras dalam beberapa tahun terakhir, termasuk bantuan pangan. Berbagai instrumen tersebut mendukung stabilisasi pasokan beras di NTT sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Sumber
- RRI Kupang - Bulog NTT: Distribusi Beras SPHP ke Pasar Periode Januari-September Capai 21.676 Ton
- Pos Kupang - Lipsus: Jaga Harga Beras Tidak Terus Meroket, Bulog NTT Siapkan 14 Ribu Ton
- Sonaf NTT-News - Dukung Penanganan Inflasi, Bulog NTT Periode 2024 Salurkan Beras SPHP 15.290 Ton Bagi Warga Kota Kupang
- Perum Bulog - Bulog NTT Optimalkan Dua Instrumen Intervensi Pasar, SPHP dan Bantuan Pangan
Berita berikutnya
Inflasi Tahunan NTT 2,59 Persen, Harga Pangan Turun Picu Deflasi
BPS mencatat inflasi tahunan Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026 sebesar 2,59 persen, naik dari 2,43 persen pada Juli. Secara bulanan, NTT mengalami…

