BPH Migas Pantau Distribusi BBM di Manggarai Barat
BPH Migas memantau ketersediaan dan distribusi minyak tanah serta BBM bersubsidi di Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, untuk memastikan pasokan pascabencana gempa di Flores berjalan lancar dan pelayanan energi kepada masyarakat sesuai…
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memantau langsung ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 18 September 2026. Pemantauan difokuskan pada penyaluran minyak tanah bagi rumah tangga serta pasokan Biosolar dan Pertalite di salah satu SPBU di wilayah tersebut.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan pasokan berjalan lancar dan pelayanan energi kepada masyarakat sesuai ketentuan. Menurut keterangan resmi BPH Migas, kegiatan ini bagian dari pengawasan sektor energi pascabencana gempa yang melanda sejumlah wilayah di Flores dan kunjungan kerja bersama DPR RI ke fasilitas distribusi BBM di Pulau Flores.
Dalam siaran resmi, BPH Migas menyebut ketersediaan BBM pascabencana di Flores secara umum dalam kondisi baik. Pasokan ke Manggarai Barat dipasok antara lain dari Fuel Terminal Labuan Bajo dan Fuel Terminal Reo. BPH Migas menyampaikan bahwa alokasi anggaran untuk komoditas seperti minyak tanah, Biosolar, dan Pertalite dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penyaluran minyak tanah rumah tangga
BPH Migas memantau penyaluran minyak tanah melalui pangkalan di Kecamatan Komodo. Lembaga itu menjelaskan pola distribusi minyak tanah dari Fuel Terminal Reo ke agen dan pangkalan di Manggarai Barat berjalan lancar. Skema distribusi di pangkalan disebut menjaga stok agar kebutuhan memasak rumah tangga terpenuhi untuk beberapa hari ke depan.
Dalam laporan BPH Migas, pemantauan di pangkalan minyak tanah dilakukan untuk memastikan kuota yang dialokasikan sampai ke konsumen rumah tangga sasaran. Pemeriksaan meliputi kedisiplinan pencatatan penyaluran, kesesuaian harga dengan ketentuan, serta keteraturan antrean warga dalam memperoleh minyak tanah.
Isu ketersediaan minyak tanah di Manggarai Barat menjadi perhatian karena banyak rumah tangga di NTT masih menggunakan minyak tanah dan kayu bakar sebagai energi utama memasak. Laporan mendalam Floresa.co pada 2024 mencatat salah satu pangkalan minyak tanah di Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, menerima pasokan rutin beberapa kali seminggu untuk melayani ratusan keluarga. Dalam praktik, pembeli membawa identitas diri dan volume pembelian dibatasi agar stok merata.
Pasokan Biosolar dan Pertalite di Flores
Selain memantau minyak tanah, BPH Migas menyampaikan bahwa kondisi pasokan Biosolar dan Pertalite di Flores, termasuk Labuan Bajo, berada dalam kondisi aman pascabencana. Dalam pemeriksaan di fuel terminal dan penyalur, BPH Migas melaporkan bahwa distribusi dari Fuel Terminal Labuan Bajo dan Fuel Terminal Reo ke SPBU, Pertashop, serta agen minyak tanah berlangsung normal.
Wahyudi Anas menjelaskan bahwa terdapat puluhan penyalur BBM di daratan Flores, terdiri atas SPBU, Pertashop, dan agen minyak tanah, yang seluruhnya dilaporkan beroperasi normal. Ia menegaskan bahwa penyaluran dari fuel terminal di Labuan Bajo dan Reo telah diamankan pascaperbaikan akses jalan yang terdampak gempa serta didukung tambahan pasokan dari luar daerah.
BPH Migas menyatakan pihaknya tetap melakukan pemantauan berkala terhadap stok dan penyaluran BBM, termasuk kualitas pelayanan di SPBU dan kepatuhan terhadap ketentuan penyaluran BBM bersubsidi. Lembaga tersebut menekankan bahwa masyarakat di Flores tidak perlu khawatir terhadap kelangkaan BBM karena stok di fasilitas penyimpanan dan penyalur dinilai cukup dan distribusi berjalan.
Sumber
- BPH Migas – "BPH Migas Pantau Ketersediaan dan Distribusi Bahan Bakar Minyak di Manggarai Barat" (kategori Berita)
- Koran Jakarta – "BPH Migas Pantau Penyaluran BBM di Manggarai Barat, NTT, Pastikan Pasokan Energi Lancar"
- Beritasatu – "BPH Migas Pastikan 95 Penyalur BBM di NTT Beroperasi Normal"
- Floresa.co – "Program Konversi ke LPG Sudah Berjalan 17 Tahun, di NTT Mayoritas Rumah Tangga Masih Pakai Kayu Bakar dan Minyak Tanah"
Berita berikutnya
KADIN NTT Dorong Kawasan Perdagangan Bebas RI–Timor Leste
KADIN NTT mendorong percepatan pembentukan kawasan perdagangan bebas sebagai strategi pengembangan perdagangan, investasi, dan industri lintas batas I…

