NTT Hari Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026

Camino de Flores Dipromosikan sebagai Ikon Wisata Religi Indonesia

Pemprov NTT dan BPOLBF mempromosikan Camino de Flores sebagai ikon wisata religi. Rute Ngada–Nagekeo–Ende ditetapkan sebagai program percontohan nasional berbasis budaya dan kearifan lokal.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sepasang kaki mengenakan sepatu mendaki berlumpur sedang duduk di atas tanah berbatu.
Ilustrasi: Sepasang kaki mengenakan sepatu mendaki berlumpur sedang duduk di atas tanah berbatu. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mempromosikan Camino de Flores sebagai ikon baru wisata religi Indonesia pada 29 Oktober 2026. Rute lintas kabupaten ini disebut telah ditetapkan sebagai program percontohan nasional Kementerian Pariwisata untuk memperkuat wisata berbasis budaya dan kearifan lokal.

Etape tengah Camino de Flores melintasi Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Ende di Pulau Flores. Perjalanan ziarah berjalan kaki itu berakhir pada Senin, 26 Oktober 2026, setelah peserta menuntaskan jarak sekitar 70 kilometer.

Program ini memadukan perjalanan spiritual, kekayaan budaya, lanskap alam, dan kepedulian sosial. Dalam pelaksanaannya, peserta menyusuri jalur Trans Flores serta singgah di sejumlah titik yang memiliki makna spiritual dan sosial bagi masyarakat setempat. Perjalanan juga membuka ruang interaksi langsung dengan warga dan pengenalan warisan budaya.

Camino de Flores memperkuat wisata berbasis budaya di Flores

Bagi pembaca di Flores, penetapan sebagai program percontohan nasional memberi perhatian lebih besar pada jalur wisata yang menghubungkan situs religi, desa wisata, lanskap alam, dan tradisi masyarakat. Dampaknya tidak hanya terkait kunjungan wisata, tetapi juga peluang kolaborasi dengan komunitas lokal dan penguatan kepedulian terhadap daerah yang dilalui.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut Camino de Flores berpotensi menjadi kekhasan wisata religi daerah, khususnya Flores. Kegiatan tersebut sebelumnya diluncurkan di Kementerian Pariwisata dan mendapat perhatian sebagai salah satu program percontohan pengembangan wisata religi di Indonesia.

BPOLBF menilai perjalanan ini menunjukkan bahwa wisata dapat membangun kedekatan dengan masyarakat, memperkenalkan warisan budaya, dan menumbuhkan kepedulian terhadap tempat yang dikunjungi. Pemerintah daerah, gereja, pelaku pariwisata, dan pihak terkait diharapkan mendukung keberlanjutan kegiatan tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.