NTT Hari Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026

FEAST Edukasi Petani Flores Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

Maria Simforiana menyampaikan edukasi FEAST untuk memperkuat ketahanan pangan petani Flores melalui pangan lokal, pertanian berkelanjutan, dan pemanfaatan pekarangan rumah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Banyak tongkol jagung kering yang dijemur di atas wadah kayu.
Ilustrasi: Banyak tongkol jagung kering yang dijemur di atas wadah kayu. · Foto: SunLi S / Pexels

Kupang — Pada 27 Oktober 2026, Village Champion Program FEAST Maria Simforiana menyampaikan edukasi pengelolaan potensi lokal petani Flores dalam Obrolan AKAMSI Pro 4 RRI Kupang. Edukasi itu diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dari keluarga dan pekarangan rumah di tingkat desa.

FEAST adalah Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation. Program ini mendorong petani memanfaatkan pangan lokal, seperti ubi-ubian, jagung, kacang-kacangan, kemiri, porang, dan cengkeh. Pendekatan tersebut ditawarkan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan luar dan beras sebagai satu-satunya sumber pangan.

Maria menjelaskan, pendampingan dan Sekolah Lapang FEAST berjalan sejak 2025. Materinya mencakup pembuatan pupuk organik, pestisida nabati, diversifikasi tanaman, serta pengamatan ekosistem lahan untuk menghadapi serangan hama secara alami. Petani juga diajak mengolah sampah dapur menjadi kompos dan memanfaatkan pekarangan dengan polibag atau wadah bekas.

Ketahanan pangan Flores dimulai dari keluarga

Program ini relevan bagi pembaca di Flores karena ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada distribusi bahan pangan dari luar daerah. Keluarga dapat memperkuat ketersediaan pangan melalui kebun dan pekarangan, sekaligus menjaga keragaman konsumsi sepanjang tahun.

Konteks program menunjukkan FEAST telah berjalan di 8 kabupaten di Flores sejak Januari 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga Februari 2028. Program itu menargetkan pendampingan terhadap 1.000 petani. Pendekatannya menghubungkan praktik pertanian berkelanjutan dengan kesehatan dan gizi keluarga petani.

Maria berharap pangan lokal tidak dipandang sebagai bahan makanan kelas dua. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat dimulai dari keluarga, tumbuh dari desa, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.