Pendampingan Ekonomi Kreatif Berlangsung di Sumba Timur
Pendampingan ekonomi kreatif berlangsung di Sumba Timur pada 27–29 Oktober 2026. Kegiatan digelar di Kampung Raja Prailiu dan Kampung Adat Praikamaru.
Oleh Asyinta Sastra
· 1 menit baca
Waingapu — Pendampingan ekonomi kreatif berlangsung di Sumba Timur pada 27–29 Oktober 2026. Kegiatan ini mencakup pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan bagi pelaku ekonomi kreatif. Lokasinya berada di Kampung Raja Prailiu dan Kampung Adat Praikamaru.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur mengawal kegiatan tersebut. Pendampingan diarahkan untuk mengembangkan ekonomi kreatif tanpa menghilangkan jiwa budaya Sumba.
Pendampingan menjaga ekonomi dan budaya Sumba Timur
Kegiatan di kampung adat menempatkan budaya sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif. Pendekatan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat keterampilan dan potensi lokal, sekaligus mempertahankan identitas budaya Sumba.
Kampung Raja Prailiu juga disebut sebagai salah satu sentra tenun di Sumba Timur. Program penguatan ekonomi kreatif di wilayah itu berkaitan dengan pengembangan kapasitas, produk budaya, dan peluang pasar. Pendampingan menjadi penting agar kegiatan ekonomi tidak memisahkan produk kreatif dari nilai budaya yang membentuknya.
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara dalam laporan terpisah menyoroti kebutuhan regenerasi perajin tradisional Sumba. Kerajinan tidak hanya berfungsi sebagai warisan leluhur, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan masyarakat. Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif perlu berjalan bersama pelestarian dan penerusan keterampilan kepada generasi muda.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Sumba
Dinas Pertanian Pantau Benih Padi Ciherang di Sumba Timur
Dinas pertanian memantau lahan benih padi Ciherang di Desa Mutunggedi, Kecamatan Umalulu, Sumba Timur. Tanaman berumur 87 hari setelah tanam di lahan…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga



