Capaian Program CKG Rendah, Pemkab TTU Evaluasi 26 Puskesmas
Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara mengumpulkan camat dan kepala puskesmas di Aula Hotel Ariesta, Kefamenanu, untuk mengevaluasi capaian Program Cek Kesehatan Gratis di 26 puskesmas.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kefamenanu — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengumpulkan para camat dan kepala puskesmas untuk mengevaluasi capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berjalan di 26 puskesmas di seluruh wilayah kabupaten itu.
Pertemuan evaluasi digelar di Aula Hotel Ariesta, Kefamenanu, pada Rabu, 9 September 2026, dan dibuka oleh Wakil Bupati TTU Kamilus Elu.
Menurut laporan lembaga penyiaran publik, kegiatan ini berfokus pada sosialisasi kebijakan Program CKG tahun 2026, perumusan strategi peningkatan capaian dan mutu pelayanan, serta evaluasi pelaksanaan program di setiap puskesmas di Kabupaten TTU.
Dalam wawancara dengan media tersebut, Kamilus Elu menyampaikan bahwa data hasil monitoring Dinas Kesehatan ke tiap puskesmas menunjukkan capaian Program Cek Kesehatan Gratis di TTU masih tergolong rendah.
Ia menjelaskan, dari 26 puskesmas di TTU, hanya 10 puskesmas yang telah mencapai angka capaian sekitar 60 persen, sementara 16 puskesmas lainnya masih berada pada kisaran rendah.
Salah satu puskesmas dengan capaian rendah yang disorot adalah Puskesmas Napan, yang per September 2026 baru mencapai sekitar 13,9 persen setelah sebelumnya berada di sekitar 0,17 persen.
Evaluasi tingkat kabupaten ini juga diberitakan media lokal lain yang melaporkan bahwa pertemuan di Hotel Ariesta diikuti jajaran Dinas Kesehatan TTU, camat dari 24 kecamatan, kepala puskesmas, dan perwakilan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Menurut pemberitaan tersebut, rapat evaluasi digelar untuk menilai pelaksanaan program CKG di seluruh puskesmas, mengidentifikasi kendala di lapangan, dan menyusun rencana aksi agar layanan pemeriksaan kesehatan gratis menjangkau lebih banyak warga.
Fokus evaluasi dan persoalan lapangan
Pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan menggunakan forum ini untuk mengukur efektivitas intervensi deteksi dini penyakit, memperluas jangkauan sasaran, dan memastikan integrasi program di tingkat kecamatan dan desa.
Media lokal yang meliput kegiatan itu menuliskan bahwa memasuki tahun anggaran 2026, capaian program CKG di 24 kecamatan dan 26 puskesmas di TTU masih bervariasi.
Sejumlah persoalan yang disoroti mencakup validitas data pelaporan, baik berbasis aplikasi maupun manual, manajemen logistik reagen, serta hambatan geografis di wilayah terpencil yang mempengaruhi akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kegiatan evaluasi di Hotel Ariesta diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari jajaran Dinas Kesehatan TTU, para camat, dan kepala puskesmas se-Kabupaten TTU.
Pemerintah kabupaten disebut menggunakan hasil pemantauan Dinas Kesehatan dan masukan dari peserta rapat untuk menyusun langkah koreksi lintas sektor, termasuk penguatan koordinasi antara kecamatan dan puskesmas.
Posisi capaian TTU dan tindak lanjut
Dalam keterangan yang disiarkan lembaga penyiaran publik, Wakil Bupati Kamilus Elu menyatakan bahwa secara provinsi, TTU berada pada posisi rendah terkait pelaksanaan program CKG di Nusa Tenggara Timur.
Evaluasi di Kefamenanu itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperbaiki capaian, memperkuat peran puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan primer, dan memastikan program CKG berjalan sesuai target.
Media lokal melaporkan bahwa rapat evaluasi juga membahas rekomendasi dan rencana aksi peningkatan cakupan serta mutu layanan, antara lain melalui perbaikan sistem pelaporan, penguatan manajemen logistik, dan penyesuaian pola layanan agar lebih menjangkau wilayah terpencil.
Program Cek Kesehatan Gratis di TTU sebelumnya telah dikembangkan dengan melibatkan 26 puskesmas sebagai penyedia layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya bagi masyarakat.
Dengan hasil evaluasi terbaru ini, pemerintah kabupaten diharapkan dapat memperbaiki koordinasi dan dukungan bagi puskesmas yang capaian CKG-nya masih di bawah target.
Sumber
Berita berikutnya

Bupati Belu Tegaskan Pentingnya Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Bupati Belu Willybrodus Lay menegaskan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja dan keluarga mereka.

