Carmen Lamba Nilai Budaya Jadi Kekuatan Pariwisata Nusa Tenggara Timur
Carmen Lamba menilai budaya dan kehidupan masyarakat merupakan kekuatan utama pariwisata Nusa Tenggara Timur. Ia mendorong pengembangan destinasi yang menjaga identitas lokal.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Kupang — Pada 5 Oktober 2026, Putri Pariwisata Indonesia 2026 Carmen Lamba menyatakan wisatawan datang ke Nusa Tenggara Timur bukan hanya untuk menikmati alam, tetapi juga untuk mengenal tradisi dan kehidupan masyarakat setempat.
Carmen menilai budaya dan kehidupan masyarakat menjadi kekuatan utama pariwisata Nusa Tenggara Timur. Pernyataan itu disampaikan dalam program Tamu Malam Pro 2 RRI Kupang pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurut Carmen, pengembangan destinasi perlu menempatkan masyarakat dan budaya sebagai bagian penting. Pembangunan yang mengabaikan karakter lokal berisiko menghilangkan identitas yang membedakan sebuah daerah dari destinasi lain.
Budaya lokal menjadi pembeda destinasi di Nusa Tenggara Timur
Carmen menyebut keindahan alam bukan satu-satunya alasan wisatawan berkunjung. Pengalaman mengenal budaya, tradisi, serta cara masyarakat mempertahankan budayanya di tengah perkembangan zaman juga menjadi daya tarik.
Ia mencontohkan tradisi Joka ju nggela di Ende. Tradisi itu bermakna menolak bala, mengungkapkan rasa syukur, dan menghormati alam. Dalam pelaksanaannya, masyarakat memberikan waktu bagi alam untuk beristirahat dari berbagai aktivitas.
Pandangan tersebut menempatkan masyarakat lokal bukan sekadar pelengkap atraksi wisata. Kehidupan dan budaya setempat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan sekaligus unsur yang perlu dijaga dalam pengembangan destinasi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Sumba
RTRW Sumba Timur Dibahas dalam Rapat Lintas Sektor di Kementerian ATR/BPN
Bupati Sumba Timur bersama DPRD dan organisasi perangkat daerah mengikuti rapat lintas sektor di Jakarta pada 6 Oktober 2026 untuk membahas persetujua…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





