NTT Hari Ini

Senin, 19 Oktober 2026

Deflasi NTT September 2026 Mencapai 0,35 Persen

Rilis BPS yang diberitakan pada 16 Oktober 2026 mencatat deflasi Nusa Tenggara Timur sebesar 0,35 persen pada September. Inflasi tahunan mencapai 2,67 persen.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Satu keranjang anyaman berisi tomat ceri merah di atas meja kayu.
Ilustrasi: Satu keranjang anyaman berisi tomat ceri merah di atas meja kayu. · Foto: TIVASEE . / Pexels

Ende — Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang diberitakan pada 16 Oktober 2026 mencatat Nusa Tenggara Timur mengalami deflasi 0,35 persen pada September 2026. Inflasi tahun kalender hingga September 2026 mencapai 1,29 persen, sedangkan inflasi tahunan mencapai 2,67 persen.

Penurunan harga sejumlah pangan menjadi salah satu faktor deflasi. Komoditas yang disebut berkontribusi meliputi cabai rawit, tomat, ikan tongkol, sawi putih, dan bawang merah.

Angka tersebut merupakan gambaran provinsi, sementara laporan lain yang mengutip BPS menyebut perbedaan antardaerah. Waingapu mencatat deflasi 1,75 persen, sedangkan Kupang mengalami inflasi 0,13 persen pada September 2026. Informasi ini menunjukkan tekanan harga tidak seragam di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

Deflasi memengaruhi belanja pangan rumah tangga

Bagi pembaca di Timor, Flores dan Lembata, Sumba, Sabu, Rote, serta Alor, perubahan harga pangan dapat berbeda menurut kabupaten dan kota. Karena itu, angka provinsi perlu dibaca bersama perkembangan harga setempat, terutama pada komoditas yang mengalami penurunan.

Dalam konteks wilayah, data yang tersedia menyebut Waingapu sebagai daerah dengan deflasi terdalam, sementara Kupang bergerak berlawanan. Laporan yang sama menyatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami penurunan indeks harga sebesar 1,04 persen dengan andil minus 0,38 persen.

Rilis BPS juga mencatat inflasi tahunan Nusa Tenggara Timur masih sebesar 2,67 persen. Dengan demikian, deflasi bulanan September tidak berarti seluruh harga sepanjang tahun turun. Pembaca perlu membedakan perubahan dari bulan ke bulan, akumulasi sejak awal tahun, dan perubahan dibanding September tahun sebelumnya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.