Edhy Prabowo Tinjau Rumput Laut Oesina dan Bioflok di Kupang
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur pada akhir Agustus 2020.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kupang — Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur pada akhir Agustus 2020 untuk meninjau potensi budidaya perikanan dan rumput laut serta program bantuan bioflok di Kabupaten Kupang.
Dalam kunjungan itu, Edhy menyempatkan diri melihat budidaya rumput laut di Pantai Oesina, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Pantai Oesina dikenal sebagai kawasan pesisir berpasir putih di Lifuleo, sekitar 40–50 kilometer dari pusat Kota Kupang.
Menurut laporan Mongabay Indonesia, Edhy berada di Pantai Oesina sekitar 30 menit pada Jumat, 28 Agustus 2020. Ia menanam terumbu karang, melihat langsung proses budidaya rumput laut, dan berdialog dengan para pembudidaya mengenai kebutuhan sarana produksi serta pemasaran.
Dalam pernyataannya yang dikutip Mongabay, Edhy menekankan perlunya penguatan sektor perikanan budidaya di NTT, khususnya rumput laut. Ia menyebut inovasi budidaya diperlukan agar panen di Pantai Oesina bisa meningkat, antara lain melalui perbaikan teknik tanam dan dukungan sarana produksi.
Fokus pengembangan budidaya dan ekspor
Mongabay melaporkan bahwa dalam kunjungan ke NTT, Edhy menargetkan penguatan budidaya perikanan sebagai basis peningkatan ekspor. Rumput laut di Kupang disebut sebagai salah satu komoditas yang berpotensi didorong sebagai bahan baku industri.
Selain rumput laut di pesisir, Edhy juga menyoroti pengembangan budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok di Kabupaten Kupang. Menurut siaran pers yang dikutip InfoPublik dan Minapoli, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyalurkan paket bantuan budidaya ikan nila sistem bioflok ke NTT sejak 2019 dan melanjutkannya pada 2020.
Pada tahun 2019, KKP menyalurkan bantuan bioflok senilai sekitar Rp 1,6 miliar ke NTT. Untuk 2020, bantuan ditambah menjadi 19 paket dengan nilai lebih dari Rp 2,6 miliar, yang didistribusikan ke berbagai desa di provinsi itu. Dalam sambutannya di Kupang, Edhy menyebut sistem bioflok memudahkan masyarakat melakukan budidaya dan dapat menghasilkan lebih banyak ikan di lahan terbatas.
Kunjungan ke kelompok penerima bantuan bioflok
InfoPublik mencatat bahwa dalam rangkaian kunjungan kerja ke NTT, Edhy meninjau kelompok pembudidaya penerima paket bantuan bioflok tahun 2019 di Desa Mata Air, Kabupaten Kupang. Di hadapan warga, ia menyampaikan bahwa KKP akan menambah bantuan kolam bioflok di desa lain agar perekonomian lokal tumbuh merata.
Kunjungan ke Mata Air dan Pantai Oesina menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat melihat langsung pelaksanaan program bantuan budidaya ikan dan rumput laut di NTT. Pemerintah menargetkan peningkatan konsumsi protein ikan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pembudidaya di Kabupaten Kupang.
Pantai Oesina sebagai kawasan wisata bahari
Selain menjadi lokasi budidaya rumput laut, Pantai Oesina dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari di Kabupaten Kupang. Pantai ini memiliki hamparan pasir putih dan perairan yang dimanfaatkan warga untuk budidaya rumput laut serta kegiatan perikanan skala kecil.
Sejumlah inisiatif lokal dan kampus di Kupang juga mendorong konservasi terumbu karang dan pengembangan desa pesisir di sekitar Pantai Oesina. Upaya tersebut diposisikan sebagai penguatan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga ekosistem laut.
Sumber
Berita berikutnya

Bupati Belu Tegaskan Pentingnya Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Bupati Belu Willybrodus Lay menegaskan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja dan keluarga mereka.

