NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Ekonomi NTT Tumbuh 5,01 Persen pada Triwulan II 2026

Ekonomi Nusa Tenggara Timur tumbuh 5,01 persen yoy pada triwulan II 2026, melambat tipis dari 5,32 persen triwulan I. Pertumbuhan masih ditopang penyediaan akomodasi dan makan-minum, konsumsi pemerintah, serta ekspor komoditas unggulan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Kupang — Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) pada triwulan II 2026 tumbuh kuat sebesar 5,01 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), melambat tipis dari 5,32 persen pada triwulan I 2026 menurut Bank Indonesia.

Laporan Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur Agustus 2026 yang dirilis Bank Indonesia menyebutkan, perlambatan terjadi pada sebagian besar komponen pengeluaran utama, sementara ekspor masih mencatat akselerasi pada triwulan II 2026.

Data Badan Pusat Statistik yang dikutip sejumlah media lokal menunjukkan, secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q) ekonomi NTT tumbuh 7,11 persen pada triwulan II 2026. Pertumbuhan ini dikaitkan dengan pola musiman, di mana aktivitas ekonomi pada triwulan kedua umumnya lebih tinggi dibandingkan triwulan pertama.

Dalam publikasi yang sama, Bank Indonesia mencatat inflasi NTT pada triwulan II 2026 sebesar 3,56 persen yoy, lebih tinggi dari 2,40 persen pada triwulan sebelumnya dan berada sedikit di atas sasaran inflasi 2,5±1 persen.

Akomodasi dan makan-minum menjadi penopang utama

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik NTT yang dikutip media daerah, besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II 2026 mencapai Rp41,13 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat Rp21,87 triliun.

Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 18,38 persen yoy. Badan Pusat Statistik menyebut sektor ini sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi NTT pada periode tersebut, seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan perjalanan.

Sektor pengadaan listrik dan gas juga tumbuh dua digit, begitu pula pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang. Pertumbuhan di sektor-sektor ini dikaitkan dengan peningkatan penyaluran listrik dan layanan dasar di berbagai wilayah.

Meski begitu, struktur ekonomi NTT masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kontribusi sektor ini terhadap PDRB NTT pada triwulan II 2026 tercatat sekitar 29,40 persen, menjadikannya penopang utama perekonomian daerah.

Dari sisi kontribusi terhadap pertumbuhan, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib memberi sumbangan terbesar, disusul perdagangan besar dan eceran serta konstruksi. Bank Indonesia mencatat, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan serta administrasi pemerintahan mengalami perlambatan, sementara konstruksi dan perdagangan besar-eceran menunjukkan akselerasi pada triwulan II 2026.

Konsumsi pemerintah menguat, ekspor akseleratif

Dari sisi pengeluaran, data Badan Pusat Statistik yang dikutip dalam pemberitaan menyatakan, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,23 persen yoy pada triwulan II 2026. Peningkatan belanja pemerintah ini menjadi salah satu faktor pendorong kinerja ekonomi NTT.

Bank Indonesia menilai, secara keseluruhan terjadi perlambatan pada hampir seluruh komponen pengeluaran utama dibandingkan triwulan sebelumnya, kecuali ekspor yang masih mencatat akselerasi. Ekspor komoditas unggulan, termasuk hasil pertanian dan peternakan, menjadi penopang tambahan bagi pertumbuhan ekonomi.

Konsumsi rumah tangga tetap menjadi komponen terbesar dalam struktur pengeluaran perekonomian NTT, dengan kontribusi lebih dari separuh PDRB. Dalam kerangka kawasan, perekonomian Bali dan Nusa Tenggara secara keseluruhan tumbuh 6,10 persen pada triwulan II 2026, dengan NTT menyumbang lebih dari seperlima terhadap total PDRB kawasan.

Bank Indonesia memprakirakan ekonomi NTT sepanjang 2026 tumbuh dalam kisaran 4,2–5,2 persen. Proyeksi ini ditopang oleh investasi pemerintah, investasi swasta yang masih solid, konsumsi rumah tangga, pembangunan konstruksi, serta kinerja sektor akomodasi dan makan-minum.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.