Erupsi Lewotolok Batalkan Penerbangan Kupang-Larantuka dan Kupang-Lewoleba
Sejumlah penerbangan dari Kupang ke Larantuka dan Lewoleba dibatalkan pada 8 September 2026 setelah erupsi Gunung Lewotolok. Wings Air menyebut empat penerbangan terdampak, sementara otoritas menetapkan penutupan sementara Bandara Wunopito.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Kupang — Penerbangan dari Bandara El Tari Kupang ke beberapa bandara di Flores dan sekitarnya dibatalkan pada 8 September 2026 setelah erupsi Gunung Lewotolok memicu penutupan sementara Bandara Wunopito, Lewoleba, dan Bandara Gewayantana, Larantuka, menurut keterangan Wings Air dan pemberitaan RRI serta JPNN.
Wings Air menyebut empat penerbangan yang terdampak pada hari itu, yakni Kupang-Lewoleba, Lewoleba-Kupang, Kupang-Larantuka, dan Larantuka-Kupang. Maskapai itu menyatakan pembatalan dilakukan demi keselamatan penerbangan setelah ada pemberitahuan otoritas penerbangan tentang sebaran abu vulkanik.
RRI melaporkan, penerbangan yang dibatalkan mencakup rute Kupang menuju Larantuka dan Lewoleba serta sebaliknya. JPNN menulis hal yang sama dan menambahkan bahwa penutupan Bandara Wunopito berlangsung hingga 9 September 2026 pukul 06.00 WIB menurut NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26.
Dalam keterangan yang dikutip media itu, pembatalan terkait langsung dengan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotolok di Kabupaten Lembata. Tindakan serupa juga diambil pada hari yang sama untuk menjaga keselamatan operasional di jalur udara antarpulau di Nusa Tenggara Timur.
Untuk penumpang, Wings Air menyatakan penerbangan akan kembali dilayani setelah ruang udara dan bandara dinyatakan aman dan seluruh persyaratan keselamatan dipenuhi. Informasi operasional lanjutan bergantung pada pembaruan otoritas penerbangan dan pengelola bandara.
Sumber
Berita berikutnya
Baca juga


