Gempa M5,3 Guncang Sumba Barat NTT, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Gempa tektonik bermagnitudo 5,3 terjadi di wilayah Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu malam, 12 Juli 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Tambolaka — — Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,3 mengguncang wilayah Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu malam, 12 Juli 2026. Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikutip sejumlah kanal informasi, pusat gempa berada sekitar 2 kilometer barat laut Sumba Barat pada kedalaman 13 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Swara Teritori melaporkan bahwa episenter gempa berada di koordinat 9,65 derajat Lintang Selatan dan 119,37 derajat Bujur Timur. BMKG menyatakan gempa tersebut tergolong dangkal dan meminta masyarakat berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.
Dalam keterangan BMKG, guncangan dirasakan di beberapa wilayah di Pulau Sumba. Intensitas getaran di permukaan bervariasi, bergantung jarak dari pusat gempa dan kondisi tanah setempat.
Parameter dan potensi tsunami
BMKG mencatat parameter utama gempa sebagai berikut:
- Waktu kejadian: Sabtu, 12 Juli 2026, pukul 20.22.45 WIB.
- Magnitudo: 5,3.
- Lokasi episenter: sekitar 2 kilometer barat laut Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.
- Kedalaman: 13 kilometer.
- Potensi tsunami: tidak berpotensi tsunami.
Menurut BMKG, hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Informasi tersebut menjadi dasar imbauan agar masyarakat tidak terpancing kabar tidak resmi terkait ancaman tsunami, namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Swara Teritori menyebut gempa dirasakan dalam durasi singkat oleh warga di pesisir barat Sumba dan sekitarnya. Getaran terasa cukup kuat bagi sebagian warga, namun hingga laporan itu disusun belum disebutkan adanya korban jiwa maupun kerusakan berat yang terverifikasi.
Konteks kegempaan di NTT
Wilayah Nusa Tenggara Timur berada pada zona pertemuan lempeng tektonik aktif. BMKG menjelaskan, kawasan ini dipengaruhi proses penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di selatan, selain keberadaan sesar-sesar aktif yang dapat memicu gempa dangkal maupun menengah.
Karakteristik tektonik tersebut membuat gempa dengan magnitudo sedang seperti 5,3 tetap perlu diwaspadai, terutama pada bangunan yang tidak dirancang dengan standar konstruksi tahan gempa. BMKG mengingatkan bahwa gempa dangkal dapat menimbulkan kerusakan jika terjadi dekat permukiman dan struktur bangunan tidak kuat.
BMKG menyarankan masyarakat di wilayah rawan gempa untuk membiasakan langkah kesiapsiagaan, antara lain mengenali jalur evakuasi, menghindari berada di bawah benda yang mudah runtuh saat guncangan, serta memeriksa kondisi bangunan setelah terjadi gempa sebelum kembali beraktivitas di dalamnya.
Warga di Sumba Barat dan daerah lain di NTT juga diimbau mengikuti pembaruan informasi dari BMKG dan pemerintah daerah. Pemantauan informasi resmi penting untuk membedakan antara data teknis kegempaan dengan kabar tidak terverifikasi yang dapat menimbulkan kepanikan.
Sumber
Berita berikutnya
BPJN NTT Kirim Enam Kontainer Rangka Jembatan ke Nagekeo
BPJN NTT mengirim enam kontainer rangka jembatan dari Kupang menuju Pelabuhan Aimere untuk membangun jembatan darurat di Nagekeo, menyusul banjir band…
Baca juga



