NTT Hari Ini

Rabu, 21 Oktober 2026

Kabupaten Kupang Perketat Pengawasan dan Perluas Layanan MBG

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang meminta kualitas dan keamanan makanan MBG diawasi. Pemerataan layanan masih terkendala akses wilayah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kotak makan logam berisi olahan daging, bakso, dan sayuran.
Ilustrasi: Kotak makan logam berisi olahan daging, bakso, dan sayuran. · Foto: FOX ^.ᆽ.^= ∫ / Pexels

Kupang — Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kupang Marten Rahakbauw menyoroti kualitas, kesehatan, dan keamanan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kupang, Selasa, 20 Oktober 2026.

Ia menyampaikan hal itu dalam wawancara di Kupang. Pengawasan makanan, menurut Marten, perlu dilakukan berkelanjutan oleh satuan pendidikan bersama sekretaris daerah dan jajaran kesehatan sesuai standar yang berlaku.

Pemerataan layanan masih menjadi tantangan. Sejumlah wilayah sudah menerima manfaat MBG, tetapi banyak sekolah dan peserta didik belum terjangkau, terutama di wilayah yang sulit diakses.

Kabupaten Kupang memiliki sekitar 538 sekolah dan 520 satuan Pendidikan Anak Usia Dini. Saat ini sekitar 25 hingga 26 penyedia layanan MBG beroperasi. Layanan telah mulai menjangkau Sulamu, Amarasi Timur, dan Amfoang Selatan.

Sasaran penerima manfaat MBG mencapai lebih dari 25 ribu orang. Jumlah siswa di sekolah mencapai lebih dari 38 ribu orang. Perbedaan cakupan tersebut menunjukkan perlunya perluasan layanan secara bertahap.

Keamanan makanan menentukan manfaat MBG di Kabupaten Kupang

Marten menegaskan kualitas makanan, kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan harus tetap menjadi prioritas. Pengawasan diperlukan agar makanan aman dikonsumsi dan program mendukung pemenuhan gizi serta konsentrasi belajar peserta didik.

Perluasan layanan tidak cukup hanya menambah titik penyedia. Sekolah, pemerintah daerah, dan jajaran kesehatan juga perlu memastikan makanan memenuhi standar sebelum diterima peserta didik. Tantangan akses di wilayah sulit dijangkau membuat pemerataan menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.

Marten berharap layanan MBG diperluas bertahap hingga sekolah yang belum terlayani. Sumber laporan tidak menyebutkan batas waktu atau jumlah tambahan penyedia yang akan beroperasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pendidikan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.