Kasus ISPA NTT Capai 524.423, Udara Kabur di Delapan Wilayah
Data NAR yang ditarik 16 Oktober 2026 mencatat 524.423 kasus ISPA di NTT selama Januari-September. Udara kabur dilaporkan di delapan wilayah.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Kupang — Data National Aggregate Repository (NAR) yang ditarik pada 16 Oktober 2026 mencatat 524.423 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Nusa Tenggara Timur selama Januari hingga September 2026. Pada 28 Oktober 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali mengimbau kewaspadaan di wilayah yang mengalami udara kabur.
Di Pulau Timor, udara kabur dilaporkan terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, dan Malaka. Di Flores dan Lembata, laporan mencakup Lembata. Di Pulau Sumba, laporan yang tersedia tidak merinci kabupaten terdampak udara kabur. Kondisi serupa juga dilaporkan di Alor, Sabu Raijua, dan Rote Ndao.
Dinas Kesehatan menjelaskan angka tersebut merupakan akumulasi kasus selama sembilan bulan. Data itu belum dapat disamakan dengan jumlah kasus yang secara khusus disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan. Hingga laporan tersebut diterbitkan, Dinas Kesehatan belum merilis data resmi mengenai kasus gangguan pernapasan yang dapat dikaitkan secara khusus dengan paparan asap.
Udara kabur melintasi Timor, Flores, Sabu, Rote, dan Alor
Untuk pembaca di pulau-pulau Nusa Tenggara Timur, imbauan ini berarti kewaspadaan perlu disesuaikan dengan kondisi setempat. Warga di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Malaka, Lembata, Alor, Sabu Raijua, dan Rote Ndao melaporkan udara kabur dalam beberapa pekan terakhir.
Laporan terpisah menyebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi sebaran partikulat asap dari wilayah lain yang memengaruhi kondisi udara Nusa Tenggara Timur. Masyarakat diimbau mengantisipasi udara kering, tidak membakar lahan atau sampah sembarangan, dan menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk.
Di Pulau Rote dan Pulau Sabu, prakiraan hingga awal November 2026 menyebut cuaca cerah hingga cerah berawan tanpa potensi hujan. Di Pulau Flores, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi hingga 2 November 2026. Prakiraan hujan ringan juga mencakup Timor, Sumba, Lembata, Alor, dan Pantar pada 31 Oktober hingga 2 November 2026.
Belum ada angka resmi yang memisahkan 524.423 kasus ISPA berdasarkan penyebab asap karhutla. Pemantauan kondisi udara dan pembaruan dari Dinas Kesehatan serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjadi rujukan berikutnya bagi warga di setiap kabupaten.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Pemprov NTT Percepat Penyaluran KUR dan UMi 2026
Pemprov NTT membahas percepatan KUR dan Pembiayaan Ultra Mikro 2026 serta penerapan Sistem Informasi Kredit Program. Plafon KUR konvensional ditetapka…
Terbaru di Kepulauan
Berita utama hari ini

Baca juga





