Kemen PPPA–Danone Perkuat Pemulihan Anak Pascagempa NTT
Kemen PPPA dan Danone Indonesia bersinergi memperkuat dukungan gizi dan pemulihan psikososial bagi perempuan dan anak terdampak gempa di Manggarai Barat dan Manggarai, melalui kunjungan lapangan, ruang aman, serta distribusi ribuan karton…
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Danone Indonesia memperkuat dukungan gizi dan pemulihan psikososial bagi anak terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai.
Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu, 2 September 2026, Kemen PPPA menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi bencana.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan pemulihan perempuan dan anak setelah bencana tidak cukup hanya dengan pemenuhan kebutuhan dasar.
Menurut dia, anak memerlukan ruang aman serta pendampingan psikososial yang dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan tenaga ahli untuk membantu mereka menghadapi dampak bencana.
Kunjungan ke Manggarai Barat dan Manggarai
Arifah mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa di Manggarai Barat dan Manggarai pada 24–25 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung kondisi masyarakat serta memastikan kebutuhan dasar dan perlindungan bagi perempuan dan anak mendapat perhatian selama masa tanggap darurat, menurut laporan media nasional yang mengutip keterangan Kemen PPPA.
Dalam rangkaian kunjungan itu, rombongan meninjau Rumah Shelter di Manggarai Barat, Desa Golo Bias, RSUD Komodo di Labuan Bajo, Posko Kabupaten Ruteng, Sekolah Luar Biasa (SLB) Tenda Ruteng, serta sejumlah posko masyarakat terdampak gempa di kedua kabupaten.
Di posko pengungsian, Kemen PPPA menyalurkan bantuan kebutuhan spesifik perempuan dan anak, termasuk nutrisi balita dan anak, air minum kemasan, makanan olahan, logistik siap saji, perlengkapan sanitasi dan kebersihan, pakaian, perlengkapan tidur, serta buku edukasi psikososial.
Selain itu, Kemen PPPA menyerahkan puluhan ton bantuan kebutuhan spesifik perempuan dan anak ke tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores untuk mendukung pemulihan psikososial.
Ruang aman dan pemulihan psikososial
Kemen PPPA menekankan pentingnya pembentukan ruang aman bagi perempuan dan anak di lokasi pengungsian.
Ruang ini menjadi tempat pendampingan dan aktivitas bagi anak untuk membantu mengurangi tekanan psikologis, termasuk melalui pembagian mainan dan bahan edukasi.
Dalam pernyataannya, Arifah menegaskan bahwa pemulihan trauma tidak dapat diselesaikan dengan satu atau dua kegiatan saja.
Pendampingan jangka panjang dengan melibatkan psikolog diperlukan agar anak yang terdampak gempa dapat kembali beraktivitas dan menjalani proses pemulihan dengan lebih baik.
Dukungan gizi dari Danone Indonesia
Dalam sinergi dengan Kemen PPPA, Danone Indonesia menyediakan dukungan hidrasi dan nutrisi bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Dalam keterangan resmi yang dikutip sejumlah media, perusahaan menyebut dukungan tersebut disalurkan melalui koordinasi dengan Kemen PPPA, pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan mitra lokal berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Secara keseluruhan, sekitar 5.000 karton produk hidrasi dan nutrisi telah didistribusikan secara bertahap kepada warga terdampak gempa melalui berbagai jalur, antara lain Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan mitra lokal di wilayah terdampak.
Sebelum rangkaian kegiatan bersama Kemen PPPA, Danone Indonesia bersama PMI telah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa donasi tunai, puluhan ribu botol air minum, dan produk nutrisi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak gempa di Manggarai dan sekitarnya.
General Secretary Director Danone Indonesia Agung Laksamana menyatakan perusahaan akan terus berkoordinasi dengan Kemen PPPA, pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan mitra lainnya untuk mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat serta mendukung proses pemulihan korban bencana di NTT.
Kebutuhan gizi dan perlindungan anak
Kemen PPPA dan Danone Indonesia menekankan bahwa pemenuhan asupan gizi merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak selama masa tanggap darurat maupun pemulihan.
Selain makanan, minuman, dan tempat tinggal, anak di lokasi bencana membutuhkan perlindungan, dukungan psikososial, serta akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.
Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan dapat memperkuat pemenuhan kebutuhan tersebut, terutama bagi kelompok rentan seperti anak, perempuan, lansia, serta ibu hamil dan menyusui di wilayah terdampak gempa NTT.
Sumber
Berita berikutnya

Badan Geologi Turunkan Status Lewotobi Laki-Laki ke Level II Waspada
Badan Geologi menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada pada 16 September 2026 setelah aktivitas vulka…
Baca juga



