NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Kenaikan TPT Flores Timur: Data 2024 dan Klaim Lonjakan 2025

Tingkat Pengangguran Terbuka Flores Timur tercatat 3,58 persen pada 2024 berdasarkan data Sakernas BPS.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Flores TimurTingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Flores Timur tercatat sebesar 3,58 persen pada 2024 berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024 Badan Pusat Statistik (BPS). Data itu kemudian dikutip dalam laporan media lokal yang menyebut angka TPT Flores Timur naik menjadi 6,36 persen pada 2025 menurut analisis internal BPS setempat.

Artikel di Ekorantt.com tertanggal 27 Juli 2026 menulis bahwa angka TPT Flores Timur melonjak signifikan dari 3,58 persen pada 2024 menjadi 6,36 persen pada 2025. Laporan tersebut mengutip penjelasan Aloysius Uje Kerans, Ketua Tim Pembinaan Statistik Sektoral BPS Kabupaten Flores Timur, mengenai implikasi kenaikan pengangguran bagi pasar kerja daerah.

Dokumen kajian ketenagakerjaan yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui sistem informasi daerah turut memuat tabel TPT kabupaten/kota di NTT untuk periode 2022–2024. Dalam tabel itu, TPT Flores Timur tercatat 3,49 persen pada 2022, 3,79 persen pada 2023, dan 3,58 persen pada 2024, dengan sumber data Sakernas Agustus BPS.

Media lokal lain yang mengulas kinerja pembangunan Flores Timur juga merujuk angka 3,58 persen sebagai TPT 2024. Dalam laporan tersebut disebut bahwa tingkat pengangguran terbuka turun dari 3,79 persen menjadi 3,58 persen, tetapi produktivitas masyarakat dinilai masih rendah.

Data utama:

  • TPT Flores Timur 2022: 3,49 persen (Sakernas Agustus).
  • TPT Flores Timur 2023: 3,79 persen (Sakernas Agustus).
  • TPT Flores Timur 2024: 3,58 persen (Sakernas Agustus).
  • TPT Flores Timur 2025: 6,36 persen, menurut analisis Ketua Tim Pembinaan Statistik Sektoral BPS Flores Timur yang dikutip Ekorantt.com.
  • Perubahan 2024–2025: kenaikan 2,78 poin persentase menurut perhitungan Ekorantt.com.

Tekanan di pasar kerja dan struktur ekonomi lokal

Laporan Ekorantt.com menyebut kenaikan TPT 2025 sebagai alarm bagi kondisi pasar kerja Flores Timur karena dalam satu tahun terjadi lonjakan lebih dari dua kali lipat dibanding angka 2024. Menurut analisis yang dikutip media tersebut, kenaikan pengangguran perlu dilihat bersama dinamika ekonomi daerah, struktur lapangan kerja, serta perubahan aspirasi pencari kerja.

Flores Timur masih bergantung pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi. Dokumen perencanaan pembangunan provinsi NTT menempatkan sektor-sektor primer ini sebagai penyumbang utama aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di kabupaten-kabupaten daratan Flores, termasuk Flores Timur.

Sektor primer di NTT umumnya didominasi pekerjaan informal dengan pendapatan yang bergantung musim dan cuaca. Kajian ketenagakerjaan provinsi menyebut kerentanan ketenagakerjaan di daerah pedesaan meningkat ketika terjadi gangguan produksi, fluktuasi harga, dan perubahan pola iklim, sehingga sebagian angkatan kerja dapat keluar sementara dari pekerjaan atau beralih mencari kerja lain.

Ekorantt.com menggarisbawahi masuknya lulusan baru ke pasar kerja sebagai faktor tekanan tambahan bagi TPT. Menurut penjelasan Aloysius Uje Kerans yang dikutip media itu, dunia kerja kini menuntut keterampilan teknis, kemampuan menggunakan teknologi digital, serta kecakapan berkomunikasi dan bekerja sama.

Ketidaksesuaian antara kemampuan pencari kerja dan kebutuhan pasar kerja berpotensi memunculkan pengangguran struktural. Dokumen kajian ketenagakerjaan provinsi NTT mencatat bahwa TPT pemuda di NTT pada Agustus 2024 berada di atas rata-rata TPT keseluruhan, yang menunjukkan tantangan transisi dari pendidikan ke pekerjaan bagi kelompok muda.

Arah kebijakan dan kebutuhan data rinci

Laporan Ekorantt.com mendorong pemerintah daerah menjadikan lonjakan TPT Flores Timur 2025 sebagai bahan evaluasi strategi pembangunan. Beberapa gagasan yang disampaikan narasumber dalam laporan itu antara lain pengembangan hilirisasi komoditas unggulan, penguatan pendidikan vokasi, dan penyelarasan pelatihan kerja dengan kebutuhan dunia usaha di tingkat lokal.

Dokumen perencanaan Pemerintah Provinsi NTT juga menargetkan penurunan TPT kabupaten/kota melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Dalam rancangan kerja tahun 2026, TPT Flores Timur ditargetkan turun menjadi sekitar 2,82 persen seiring program penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan investasi.

Untuk merancang kebijakan yang tepat sasaran, pemerintah daerah memerlukan data ketenagakerjaan yang lebih terperinci berdasarkan usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, wilayah, dan sektor pekerjaan. Kajian ketenagakerjaan NTT menekankan pentingnya integrasi sistem informasi dan data lintas instansi agar program penanggulangan pengangguran dapat memantau bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan pekerjaan yang diperoleh penduduk.

Sejauh ini, angka TPT Flores Timur 2024 dapat diverifikasi dari beberapa dokumen resmi pemerintah dan kajian ketenagakerjaan yang menggunakan data Sakernas BPS. Angka 6,36 persen untuk TPT 2025 muncul dalam laporan media lokal yang mengutip penjelasan pejabat BPS setempat, namun belum termuat dalam tabel resmi BPS yang tersedia publik pada saat ini.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.