KKP Siapkan 5.000 Benih untuk Kampung Kerapu Semau
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan pengembangan kampung perikanan budidaya di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, dengan ikan kerapu sebagai komoditas utama dan kakap sebagai komoditas pendukung.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Kupang — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan pengembangan kampung perikanan budidaya di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, dengan ikan kerapu sebagai komoditas utama dan kakap sebagai komoditas pendukung. Menurut KKP, langkah ini diarahkan untuk memperkuat budidaya ikan laut dan meningkatkan pendapatan pembudidaya di Nusa Tenggara Timur.
Dalam keterangan resmi yang terbit Jumat, 10 Desember 2021, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu menjelaskan bahwa untuk mendukung pengembangan kampung budidaya kerapu di NTT pada 2022, KKP bekerja sama dengan Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Tablolong di Kabupaten Kupang melakukan uji coba pendederan sebanyak 5.000 ekor benih ikan kerapu cantang berukuran sekitar 3 sentimeter.
Benih kerapu cantang tersebut didatangkan dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo untuk dipelihara di BBIP Tablolong hingga mencapai ukuran siap ditebar di keramba jaring apung (KJA). Menurut KKP, kerja sama ini sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk menghidupkan industri kelautan dan perikanan di NTT melalui penguatan budidaya ikan laut.
KKP menyebut kerapu dipilih sebagai komoditas unggulan karena teknologi pembenihannya telah dikuasai unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Penguasaan teknologi ini diharapkan mengurangi ketergantungan pembudidaya terhadap benih hasil tangkapan dari alam dan membuka peluang produksi benih secara berkelanjutan.
Teknologi dan akses pasar
Menurut KKP, penerapan teknologi produksi, efisiensi pakan, serta standar Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) menjadi syarat penting untuk meningkatkan pendapatan pembudidaya. Standar tersebut diharapkan menjaga mutu hasil budidaya sehingga produk kerapu dan kakap dari NTT dapat memasuki pasar domestik dan ekspor dengan nilai jual lebih tinggi.
KKP menilai kerapu memiliki nilai ekonomi tinggi dengan peluang pemasaran di dalam negeri dan luar negeri. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Kelautan dan Perikanan bersama pemerintah Kabupaten Kupang telah membangun 60 unit KJA di Pulau Semau sebagai bagian dari program kampung budidaya, terdiri atas 40 KJA kotak berukuran 3 x 3 meter dan 20 KJA bulat.
Dalam program tersebut, benih yang akan dibudidayakan di KJA Semau mencakup kakap putih dan kerapu cantang. Menurut pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, total benih yang dibudidayakan mencapai lebih dari 380 ribu ekor, dengan seluruh pengadaan benih, pakan, dan sarana prasarana pada tahun awal ditanggung KKP. Pemerintah provinsi menyebut ke depan akan bekerja sama dengan BBIP Tablolong untuk memproduksi benih di daerah.
Peran BBIP Tablolong
Dalam penjelasan KKP, BBIP Tablolong dioptimalkan sebagai lokasi pendederan benih kerapu cantang yang dipasok dari BPBAP Situbondo dan sebagai bagian dari upaya membangun kampung budidaya kerapu di NTT. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya menyatakan akan menurunkan tim teknis untuk mengoptimalkan fungsi BBIP Tablolong sekaligus melakukan alih teknologi kepada masyarakat pembudidaya.
Dukungan teknis ini diarahkan untuk membangun kampung budidaya yang maju dan mandiri serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan pembudidaya di NTT. Pemerintah provinsi juga menargetkan Pulau Semau sebagai lokasi percontohan budidaya kerapu dan kakap dengan sistem KJA, dengan dukungan benih dan teknologi dari KKP dan balai-balai pembenihan.
Konteks kebijakan kampung budidaya
Pengembangan kampung perikanan budidaya di Pulau Semau sejalan dengan kebijakan nasional mengenai kampung perikanan budidaya yang ditetapkan melalui keputusan dan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2021. Kebijakan ini mendorong pengembangan kawasan potensial berbasis komoditas unggulan dan kearifan lokal, termasuk budidaya ikan kerapu dan kakap di Nusa Tenggara Timur.
Melalui program kampung budidaya di Semau dan penguatan BBIP Tablolong, pemerintah pusat dan daerah berupaya menjadikan NTT salah satu sentra budidaya kerapu dan kakap, dengan harapan meningkatkan produksi, memperluas akses pasar, dan membuka peluang ekonomi bagi kelompok pembudidaya di wilayah kepulauan.
Sumber
- Kementerian Kelautan dan Perikanan RI - Berita "KKP Genjot Ekonomi Pembudidaya Melalui Penerapan Teknologi Produksi Kampung Budidaya di NTT"
- Rakyat NTT - "KKP Targetkan NTT Jadi Andalan Budidaya Kerapu Dan Kakap Nasional"
- Victory News - "Budidaya 382.250 Ekor Ikan, Pemprov NTT Bangun 60 KJA di Pulau Semau"
- Sinar Harapan - "Pulau Semau Kembangkan Ikan Kerapu Melalui Keramba"
Berita berikutnya
Kemiskinan Ekstrem TTS 17,30 Persen: Cara Membaca Angka dan Konteksnya
Kajian BRIN dan data Sekretariat Negara menyebut kemiskinan ekstrem di Timor Tengah Selatan pernah mencapai 17,30 persen atau 81.180 jiwa. Angka itu h…
Baca juga





