NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Kemiskinan Ekstrem TTS 17,30 Persen: Cara Membaca Angka dan Konteksnya

Kajian BRIN dan data Sekretariat Negara menyebut kemiskinan ekstrem di Timor Tengah Selatan pernah mencapai 17,30 persen atau 81.180 jiwa. Angka itu harus dibaca bersama data kemiskinan umum dan pembaruan terbaru pemerintah daerah.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Landscape of South Central Timor (Timor Tengah Selatan), Indonesia.
Foto arsip: Landscape of South Central Timor (Timor Tengah Selatan), Indonesia. · Foto: ErwinFCG / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Timor Tengah SelatanKemiskinan ekstrem di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, pernah tercatat mencapai 17,30 persen atau 81.180 jiwa dalam kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terbit 2023, merujuk data Sekretariat Negara Republik Indonesia tahun 2021.

Kajian berjudul Membelah Karang, Menggali Data: Regsosek Timor Tengah Selatan yang diterbitkan Penerbit BRIN menyebut angka itu sebagai tingkat dan jumlah penduduk miskin ekstrem di TTS, dengan rujukan Sekretariat Negara sebagai sumber data kemiskinan ekstrem kabupaten prioritas di Nusa Tenggara Timur.

Cara membaca angka kemiskinan ekstrem

Data kemiskinan ekstrem TTS 17,30 persen dan 81.180 jiwa menggambarkan satu kelompok penduduk yang sama. Persentase menunjukkan proporsi penduduk TTS yang masuk kategori miskin ekstrem, sedangkan jumlah jiwa menyatakan besaran penduduk yang terdampak.

Dalam penjelasan Sekretariat Negara, TTS disebut sebagai salah satu dari lima kabupaten prioritas kemiskinan ekstrem di NTT. Kabupaten lain yang masuk daftar ialah Sumba Timur, Rote Ndao, Sumba Tengah, dan Manggarai Timur. Lima kabupaten itu dilaporkan memiliki total 212.672 jiwa penduduk miskin ekstrem dalam 89.410 rumah tangga.

Rincian yang disampaikan antara lain: Sumba Timur dengan tingkat kemiskinan ekstrem 17,47 persen dan 45.550 jiwa; TTS dengan 17,30 persen dan 81.180 jiwa; Rote Ndao dengan 15,30 persen dan 22.930 jiwa; Sumba Tengah dengan 14,30 persen dan 16.650 jiwa; serta Manggarai Timur dengan 13,80 persen dan 45.362 jiwa.

Perbedaan kemiskinan umum dan kemiskinan ekstrem

Kajian BRIN mengingatkan bahwa angka kemiskinan ekstrem tidak dapat langsung disamakan dengan angka kemiskinan umum yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS). Kemiskinan ekstrem merujuk penduduk dengan pengeluaran di bawah ambang US$ 1,9 per kapita per hari berdasarkan paritas daya beli (PPP), sedangkan kemiskinan umum menggunakan garis kemiskinan nasional yang lebih tinggi.

Pemerintah Provinsi NTT, berdasarkan data BPS, mencatat tingkat kemiskinan umum provinsi sekitar 20,44 persen pada 2021 dan 20,23 persen pada 2022. Jumlah penduduk miskin NTT pada Maret 2022 sekitar 1,13 juta jiwa. Angka provinsi ini memberi gambaran beban kemiskinan di NTT, tetapi tidak dapat digunakan langsung untuk menyimpulkan tingkat kemiskinan umum di TTS karena cakupan wilayah dan karakter sosial ekonominya berbeda.

Dokumen perencanaan daerah terbaru di TTS juga menunjukkan dinamika kemiskinan ekstrem yang berbeda dari angka 17,30 persen rujukan 2021. Dalam Rancangan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) TTS, pemerintah kabupaten mencatat persentase penduduk miskin ekstrem 17,14 persen pada 2020 (80.430 jiwa), turun menjadi 6,56 persen pada 2021 (30.960 jiwa), naik kembali menjadi 13,01 persen pada 2022 (61.570 jiwa), dan turun lagi menjadi 6,40 persen pada 2023 (30.380 jiwa).

Dokumen yang sama menyebut persentase penduduk miskin TTS 25,18 persen pada 2023, dengan prevalensi stunting 22,03 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kemiskinan ekstrem hanyalah sebagian dari total penduduk miskin, dan bahwa pengurangan kemiskinan ekstrem tidak otomatis berarti kemiskinan umum sudah turun ke tingkat yang rendah.

Konteks geografis dan pembangunan TTS

Kajian BRIN menempatkan TTS sebagai salah satu kabupaten yang menyumbang angka kemiskinan ekstrem terbesar di NTT dan menggambarkan tantangan alam di wilayah tersebut. TTS dan sebagian Pulau Timor memiliki karakter tanah kering dengan dominasi batuan kapur dan karang yang membatasi jenis vegetasi yang dapat dikembangkan.

Kondisi geografis ini berpengaruh terhadap pilihan mata pencaharian, produktivitas lahan, serta kerentanan rumah tangga terhadap musim kering dan fluktuasi harga pangan. Kajian BRIN juga menyinggung stunting sebagai persoalan yang kuat kaitannya dengan kemiskinan dan akses pangan bergizi.

Pada saat yang sama, NTT digambarkan memiliki potensi pertanian, kelautan, mineral, dan wisata budaya serta alam. Lahan jagung, kacang-kacangan, bawang merah, dan sumber daya laut menjadi bagian dari basis produksi pangan dan ekonomi. Namun, berbagai potensi tersebut belum otomatis menjamin bahwa manfaat ekonomi telah dirasakan merata oleh rumah tangga miskin, termasuk di TTS.

Pentingnya konsistensi data untuk kebijakan

Regsosek 2022 dirancang pemerintah untuk memperkuat pencatatan kondisi sosial ekonomi penduduk sehingga program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi dapat lebih tepat sasaran. Dalam kajian BRIN, kebutuhan terhadap data yang akurat dikaitkan langsung dengan penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting di NTT.

Bagi pembuat kebijakan, angka kemiskinan ekstrem TTS 17,30 persen dan 81.180 jiwa dari rujukan 2021 perlu dibaca bersama data kemiskinan ekstrem dan kemiskinan umum yang lebih mutakhir, seperti yang dicatat BPS dan pemerintah daerah dalam dokumen perencanaan. Setiap angka membutuhkan penjelasan tahun rujukan, cakupan wilayah, dan metodologi yang jelas agar intervensi terhadap kemiskinan ekstrem di TTS dapat dirancang dan dievaluasi dengan tepat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.