Kodim 1605/Belu Latih Kadet Unhan RI Budidaya Hidroponik di Atambua
Personel Kodim 1605/Belu memperkenalkan budidaya hidroponik kepada kadet Universitas Pertahanan RI di Atambua.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Atambua — Personel Kodim 1605/Belu membekali kadet mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) RI dengan teknik budidaya hidroponik di Atambua, Kabupaten Belu. Kegiatan ini memperkenalkan cara menanam sayuran tanpa tanah dan pemanfaatan ruang terbatas sebagai bagian dari pembelajaran praktis ketahanan pangan bagi para kadet.
Menurut laporan RRI, pelatihan hidroponik itu diberikan oleh salah satu personel Kodim 1605/Belu kepada kadet Unhan RI yang tengah menjalani pendidikan vokasi di Atambua. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan keterampilan pertanian modern sekaligus kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan di wilayah perbatasan.
Dalam sesi pelatihan, instruktur dari Kodim 1605/Belu menjelaskan prinsip dasar budidaya hidroponik dan mendampingi kadet mempraktikkan tahapan budidaya di lokasi kegiatan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan media tanam tanpa tanah, kebutuhan nutrisi tanaman, pengaturan tingkat keasaman atau pH air, serta pemeliharaan tanaman selama masa tanam.
Materi dan tujuan pelatihan
Hidroponik diperkenalkan sebagai salah satu metode budidaya yang dapat diterapkan pada lahan terbatas, termasuk pekarangan rumah dan lingkungan permukiman padat. Dengan teknik ini, ruang sempit dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sayuran tanpa bergantung pada lahan pertanian yang luas.
Dalam laporan RRI, instruktur Kodim 1605/Belu menekankan bahwa pemanfaatan teknologi pertanian sederhana, seperti hidroponik, dapat mendukung kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan instansi. Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi kadet Unhan RI untuk mengembangkan usaha tani skala kecil yang efisien di wilayah masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan.
Kegiatan-kegiatan Kodim 1605/Belu bersama Unhan RI sebelumnya juga menempatkan praktik pertanian sebagai bagian dari proses belajar para kadet. Dalam pendampingan budidaya tanaman anggur di green house Fakultas Vokasi Logistik Militer Unhan RI Ben Mboi Atambua pada April 2026, Babinsa Desa Silawan Koramil 1605‑07/Wedomu, Serma Duarte Dos Santos, memberikan pelatihan pemupukan intensif kepada kadet prodi pertanian dan perkebunan. Pendekatan serupa tampak dalam pelatihan hidroponik yang menekankan pengalaman langsung di lapangan.
Peserta dan pelaksana
RRI melaporkan, pelatihan hidroponik melibatkan personel Kodim 1605/Belu sebagai pelaksana dan instruktur. Peserta kegiatan adalah kadet mahasiswa Unhan RI yang mengikuti program vokasi di Atambua. Kodim 1605/Belu sendiri merupakan satuan kewilayahan di bawah Korem 161/Wira Sakti dengan wilayah teritorial Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka, bermarkas di Atambua.
Dalam beberapa kegiatan lain, Kodim 1605/Belu aktif mendukung program ketahanan pangan dan pembelajaran praktis bagi kadet Unhan RI, antara lain melalui sosialisasi rekrutmen Bintara PK TNI AD khusus pertanian bagi mahasiswa vokasi Politeknik Ben Mboi Unhan RI di Desa Fatuketi pada Juli 2024. Sinergi ini menempatkan pertanian sebagai salah satu kompetensi yang dibangun bersama dunia pendidikan dan institusi pertahanan.
Arah pemanfaatan bagi masyarakat
Pelatihan hidroponik yang diberikan kepada kadet Unhan RI dimaksudkan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam pemberdayaan masyarakat, terutama di daerah dengan keterbatasan lahan. Menurut laporan RRI, instruktur berharap para kadet tidak hanya menguasai ilmu pertahanan negara secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan aplikatif di bidang pertanian yang bisa dibagikan kepada warga ketika kelak bertugas.
Di kawasan perbatasan seperti Belu, upaya ketahanan pangan menjadi salah satu fokus kegiatan Kodim 1605/Belu. Satuan ini tercatat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari penanaman jagung dan padi hingga pemanfaatan teknologi penunjang seperti hidrogel untuk penghijauan dan pembangunan pompa hidram guna mendukung produktivitas pertanian. Pelatihan hidroponik bagi kadet Unhan RI berada dalam jalur yang sama, yaitu memperkuat sumber daya manusia dengan keterampilan pertanian yang dapat disesuaikan dengan kondisi lokal.
Sumber
Berita berikutnya

BMKG Ingatkan Angin Kencang di NTT pada 18–20 September 2026
BMKG memperkirakan sebagian besar Indonesia masih berada dalam curah hujan rendah hingga menengah pada 18–24 September 2026.
Baca juga




