NTT Hari Ini

Selasa, 6 Oktober 2026

Lima Wilayah Timor Masuk Status Awas Kekeringan

Daftar status awas kekeringan pada 5 Oktober 2026 mencakup lima wilayah di Pulau Timor. Sejumlah daerah NTT mengalami Hari Tanpa Hujan lebih dari 60 hari.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah yang pecah-pecah dan mengering.
Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah yang pecah-pecah dan mengering. · Foto: Nurselin Demir / Pexels

Kupang — Pada 5 Oktober 2026, daftar wilayah berstatus awas kekeringan mencakup Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara. Daftar itu disampaikan dalam laporan yang merujuk pada keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ancaman kekeringan meteorologis masih berkaitan dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut yang di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur telah melampaui 60 hari. Laporan RRI Kupang menyebut kondisi tersebut terpantau hingga akhir September 2026.

Di Pulau Timor, wilayah yang disebut dalam daftar 5 Oktober adalah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara. Laporan sebelumnya juga menyebut kondisi ekstrem panjang di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Belu. Di Pulau Flores dan Lembata, laporan RRI menyebut Lembata, Ngada, dan Ende sebagai wilayah dengan HTH ekstrem panjang. Di Sumba, kondisi serupa disebut terjadi di Sumba Timur. Sikka mewakili wilayah Flores lainnya, sedangkan Alor berada di pulau tersendiri.

Mengapa status awas penting bagi pembaca NTT

Status awas menunjukkan perlunya perhatian pada ketersediaan air, terutama di daerah yang mengalami periode tanpa hujan panjang. Laporan RRI menyebut sebagian besar wilayah NTT pada Dasarian III September 2026 berada pada curah hujan rendah, berkisar 0 hingga 50 milimeter per dasarian.

Risiko tidak merata antarwilayah. Laporan RRI Kupang menyebut titik terparah di Kota Kupang berada di sekitar Bakunase dan Oepoi. Di Kabupaten Lembata, titik yang disebut antara lain Wairiang, Hadakewa, dan Wulandoni. Kabupaten Ngada disebut melalui wilayah Waepana. Laporan itu juga menyebut kondisi serupa di Alor Barat Laut, Lelogama di Kabupaten Kupang, serta Atambua dan Fatulotu di Kabupaten Belu.

Untuk Pulau Sabu dan Pulau Rote, laporan yang digunakan tidak mencantumkan keduanya sebagai wilayah dalam daftar status awas kekeringan 5 Oktober 2026. Karena itu, kondisi kedua pulau tersebut tidak digeneralisasi dalam berita ini.

Laporan RRI nasional menyebut dominasi curah hujan rendah menunjukkan kondisi kering masih berpotensi berlanjut di sejumlah daerah. Informasi tersebut menjadi dasar kewaspadaan terhadap dampak kekeringan pada ketersediaan air.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Timor

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.