NTT Hari Ini

Minggu, 11 Oktober 2026

Pakaian Adat Flores: Lawo Lambu, Patola, dan Songke

Pakaian adat Flores bukan satu busana tunggal. Lawo Lambu di Ende, patola di Lio, dan songke di Manggarai menunjukkan keragaman bentuk, motif, serta konteks pemakaian di pulau ini.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Ende, Flores.
Foto arsip: Ende, Flores. · Foto: Felix Dance / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Pakaian adat Flores bukan satu setelan tunggal. Ragamnya mengikuti komunitas dan wilayah, dengan kain tenun ikat sebagai unsur penting. Di Ende dan Lio dikenal Lawo Lambu serta tenun ikat patola, sedangkan Manggarai mengenal kain songke. Busana ini dipakai dalam konteks adat dan menjadi penanda identitas kelompok.

Apakah pakaian adat Flores hanya satu jenis?

Tidak. Flores dihuni beragam komunitas, sehingga nama, bentuk, motif, dan cara memakai busana berbeda menurut daerahnya. Senibudayaku mencatat contoh kelompok di Flores antara lain Ende, Sikka, Manggarai, dan Maumere, dengan tenun ikat sebagai benang merah busana adat (Senibudayaku, 2025).

Karena itu, istilah “pakaian adat Flores” lebih tepat dipahami sebagai payung untuk sejumlah tradisi busana, bukan nama satu pakaian yang berlaku di seluruh pulau.

Apa pakaian adat dari Ende dan Lio?

Di Ende, pakaian perempuan dikenal sebagai Lawo Lambu. Lawo adalah sarung tenun ikat, sedangkan Lambu merupakan atasan berbentuk sederhana dengan lubang untuk kepala dan tangan, menurut Popmama (2026).

Masyarakat Lio memiliki tenun ikat patola. Motif yang dicatat Popmama mencakup dahan, dedaunan, ranting, biawak, dan manusia dalam bentuk geometris berjalur, dengan warna merah atau biru di atas dasar gelap (Popmama, 2026).

Bagaimana dengan pakaian adat Manggarai?

Kain songke merupakan salah satu unsur pakaian adat Manggarai. Keluyuran menyebut kain ini didominasi warna hitam dan dipakai perempuan Manggarai dengan cara dililitkan pada tubuh, sementara motifnya dikaitkan dengan makna tertentu (Keluyuran, 2021).

Contoh ini menunjukkan bahwa pembahasan busana Flores perlu menyebut asal komunitasnya. Songke Manggarai tidak dapat diperlakukan sebagai pengganti otomatis untuk busana Ende, Lio, Sikka, atau wilayah Flores lainnya.

Kapan pakaian adat itu digunakan?

Pakaian adat umumnya dikenakan dalam upacara adat, termasuk pernikahan yang menerapkan tata cara setempat. Senibudayaku juga mencatat kain tenun digunakan dalam upacara adat, pernikahan, dan sebagai mas kawin atau belis (Senibudayaku, 2025).

Dengan demikian, pemakaiannya berkaitan dengan konteks sosial dan adat, bukan sekadar pilihan pakaian harian. Makna motif, warna, dan kelengkapan busana dapat berbeda antar-komunitas di Flores.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Flores

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.