Pasar Kewapante Sikka Masuk Program Pasar Percontohan Kemendag
Pasar Kewapante di Kabupaten Sikka ditetapkan Kementerian Perdagangan sebagai salah satu pasar rakyat percontohan dalam program revitalisasi pasar tradisional nasional pada awal dekade 2010-an.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Sikka — Kementerian Perdagangan menetapkan Pasar Kewapante di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, sebagai salah satu pasar rakyat percontohan dalam program revitalisasi pasar tradisional nasional pada awal dekade 2010-an. Penetapan ini bagian dari paket revitalisasi sepuluh pasar percontohan di berbagai daerah, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas fisik, tata kelola, dan pelayanan pasar rakyat.
Menurut pemberitaan media ekonomi nasional pada 2011, Kementerian Perdagangan mengalokasikan dana sekitar Rp 88 miliar dari total anggaran revitalisasi pasar tradisional untuk sepuluh pasar percontohan, termasuk Pasar Kewapante di Sikka. Dalam kesempatan itu, Menteri Perdagangan saat itu, Mari Elka Pangestu, menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan pendampingan terhadap pasar-pasar percontohan selama tiga tahun setelah pembangunan fisik selesai.
Program pasar percontohan Kemendag
Penjelasan resmi Kementerian Perdagangan yang dimuat dalam publikasi Warta Ekspor menyebutkan bahwa program pasar percontohan dirancang untuk mewujudkan pasar yang bersih, nyaman, aman, higienis, ramah lingkungan, dan sesuai dengan sosial budaya setempat. Pendampingan dilakukan secara berkesinambungan kepada para pedagang dan pengelola pasar, dengan kombinasi revitalisasi fisik dan penguatan manajemen.
Dalam publikasi yang sama, Pasar Kewapante tercantum sebagai salah satu pasar percontohan bersama Pasar Pangururan di Kabupaten Samosir, Pasar Lambocca di Kabupaten Bantaeng, Pasar Pattalassang di Kabupaten Takalar, Pasar Minulyo di Kabupaten Pacitan, Pasar Panorama di Kota Bengkulu, Pasar Agung di Kota Denpasar, Pasar Skow di Kabupaten Jayapura, serta beberapa pasar lain yang masuk paket revitalisasi. Program ini menjadi kelanjutan dari kebijakan revitalisasi pasar tradisional yang telah berjalan sejak pertengahan 2000-an, dengan ratusan pasar direhabilitasi dan dibangun ulang di berbagai daerah.
Posisi Pasar Kewapante di Sikka
Penelitian akademik tentang strategi pengelolaan Pasar Tradisional Kewapante di Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, menyebut pasar ini sebagai salah satu pasar tradisional terbesar di wilayahnya. Pasar tersebut dibangun dengan dukungan dana pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian dan Perdagangan sekitar sebelas tahun sebelum terbitnya regulasi daerah tentang pengelolaan dan pemberdayaan pasar. Kajian itu menempatkan Pasar Kewapante sebagai simpul perdagangan penting bagi masyarakat Sikka.
Pasar Kewapante masuk dalam daftar pasar tradisional di Kabupaten Sikka yang dirilis ulang oleh kanal informasi perdagangan yang mengutip data Kementerian Perdagangan. Namun, daftar tersebut tidak memerinci kondisi fisik terkini pasar maupun tahapan revitalisasi yang telah atau sedang berjalan.
Ruang lingkup revitalisasi dan pendampingan
Secara nasional, konsep revitalisasi pasar rakyat yang dikembangkan Kementerian Perdagangan mencakup empat aspek: revitalisasi fisik, sosial budaya, ekonomi, dan manajemen. Revitalisasi fisik meliputi pembenahan bangunan pasar, penataan los dan kios, serta perbaikan infrastruktur dasar seperti sirkulasi, sanitasi, dan utilitas. Revitalisasi manajemen dilakukan melalui pelatihan tata kelola, pendampingan pengelola dan pedagang, serta penguatan sistem retribusi dan pelayanan.
Pendampingan tiga tahun terhadap pasar percontohan yang disampaikan Menteri Perdagangan dimaksudkan untuk memastikan bahwa perubahan fisik diikuti oleh perubahan perilaku dan pengelolaan. Pendekatan ini menempatkan pasar percontohan sebagai laboratorium kebijakan, sebelum praktiknya diperluas ke pasar rakyat lain di daerah.
Status informasi revitalisasi Pasar Kewapante
Sampai dengan informasi yang tersedia dari Kementerian Perdagangan, kajian akademik, dan pemberitaan nasional, Pasar Kewapante di Sikka terkonfirmasi sebagai salah satu pasar tradisional percontohan dalam program revitalisasi pasar rakyat. Namun, sumber-sumber tersebut tidak memuat rinci progres pelaksanaan fisik di Kewapante, jadwal pembangunan, nilai kontrak spesifik untuk pasar ini, maupun konfigurasi akhir penataan pedagang.
Untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai kondisi fisik, jumlah pedagang, serta tata kelola Pasar Kewapante pasca program percontohan, keterangan resmi dari pemerintah kabupaten dan Kementerian Perdagangan masih diperlukan. Data tersebut penting untuk menilai dampak revitalisasi terhadap pedagang dan konsumen di Kabupaten Sikka dan untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan pasar rakyat di wilayah tersebut.
Sumber
- DetikFinance - Ini Dia 10 Pasar Tradisional Percontohan RI
- Kementerian Perdagangan RI - Warta Ekspor edisi 30 Januari 2012
- STRATEGI PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL KEWAPANTE DI KECAMATAN KEWAPANTE KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR - Tesis Unhas
- EVALUASI PROGRAM REVITALISASI PASAR TRADISIONAL DI PASAR SENTIONG BALARAJA MAS BARU KABUPATEN TANGERANG - Skripsi Untirta
- ANALISIS DAMPAK REVITALISASI PASAR TRADISIONAL - Skripsi IAIN Palopo
- Golali.id - Pasar Tradisional di Kabupaten Sikka
Berita berikutnya

Sikka Pulih, Nelayan Kembali Melaut Setelah Gempa 15 Agustus 2026
Aktivitas perikanan Sikka mulai pulih setelah gempa 15 Agustus 2026. Nelayan kembali melaut, dan tuna serta cakalang kembali dipasok ke perusahaan pen…
Baca juga


