Pekan Alkitab 2026 di Kupang Libatkan UMKM
Pemerintah Kota Kupang mendukung Pekan Alkitab Indonesia 2026 yang berlangsung 3–6 Agustus di Kupang. Panitia menyiapkan pameran Museum Alkitab, seminar, lomba, dan keterlibatan UMKM di sekitar lokasi.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kupang — Pemerintah Kota Kupang mendukung penyelenggaraan Pekan Alkitab Indonesia 2026 yang digelar pada 3–6 Agustus 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini untuk pertama kali berlangsung di Kupang dan memadukan pameran, seminar, perlombaan, serta edukasi lintas generasi.
RRI melaporkan, kegiatan itu mengusung tema “Firman Tuhan dari Generasi ke Generasi” dan menghadirkan Museum Alkitab Indonesia sebagai salah satu agenda utama. Panitia juga menyiapkan seminar Terjemahan Baru 2, seminar pengasuhan bagi keluarga Kristen, serta lomba cerdas cermat Alkitab, baca indah Mazmur, dan mewarnai.
Ketua Panitia Pekan Alkitab 2026 Pdt. Feby Mesakh-Frans mengatakan rangkaian acara dirancang untuk memperkuat literasi Alkitab lintas generasi, kecintaan terhadap firman Tuhan, dan persatuan jemaat lintas denominasi. Ia juga menyebut pameran itu dibawa dari Jakarta ke Kupang agar masyarakat dapat mengenal sejarah Alkitab lebih dekat.
Pemkot dukung, UMKM ikut terlibat
Asisten III Sekretariat Daerah Kota Kupang Yanuar Dally menyatakan dukungan pemerintah kota karena kegiatan tersebut dinilai mendorong masyarakat terus belajar memahami firman Tuhan dan berkontribusi pada harmoni di Kota Kupang. Laporan RakyatNTT menyebut pelaksanaan empat hari itu kemudian menarik 5.563 partisipan dan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar lokasi kegiatan.
RakyatNTT juga melaporkan panitia menargetkan sekitar 4.000 peserta, tetapi jumlah partisipan yang hadir melampaui target tersebut. Di sisi lain, panitia tidak merinci jumlah UMKM, nilai transaksi, atau dampak ekonomi yang tercatat selama kegiatan berlangsung.
Selain pameran dan seminar, panitia membuka lomba untuk anak-anak, remaja, dan keluarga. Menurut RRI, lomba mewarnai disiapkan untuk anak usia 4–6 tahun dan siswa kelas 1–2 SD, sedangkan lomba baca indah Mazmur ditujukan sebagai sarana pengenalan isi Alkitab bagi anak dan remaja.
Kegiatan perdana Pekan Alkitab di Kupang itu menjadi ruang pertemuan jemaat lintas denominasi sekaligus ajang edukasi keagamaan. Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan terhadap acara tersebut, sementara panitia menempatkannya sebagai sarana pewarisan iman kepada generasi berikutnya.
Sumber
Berita berikutnya

Bupati Belu Tegaskan Pentingnya Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Bupati Belu Willybrodus Lay menegaskan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja dan keluarga mereka.
Baca juga


