NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Pemerintah Siapkan Rencana Induk Pemulihan Tujuh Kabupaten Pascagempa Flores

Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTT menyusun rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi untuk tujuh kabupaten terdampak gempa Flores, berbasis konsolidasi satu data kerusakan dan penyusunan Jitupasna serta R3P.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyusun rencana pemulihan pascagempa Flores dengan menyiapkan rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi untuk tujuh kabupaten terdampak serta konsolidasi satu data kerusakan sebagai dasar R3P.

Pembahasan rencana induk itu dilakukan dalam pertemuan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Kupang, Senin, 14 September 2026.

Menurut pemberitaan media nasional, Rachmat menegaskan Bappenas akan menyiapkan rencana induk bersama pemerintah daerah agar proses pembangunan kembali tujuh kabupaten di Flores berjalan maksimal setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang pada 15 Agustus 2026.

Dalam rapat penanganan bencana di ruang VIP Bandara El Tari Kupang, Rachmat menyatakan pemerintah pusat berkewajiban hadir dan mendampingi pemerintah daerah dalam penanganan dan pemulihan bencana alam di Flores.

Fokus pemulihan tujuh kabupaten terdampak

Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTT menyepakati penyusunan rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi untuk tujuh kabupaten yang terdampak gempa, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Rencana induk tersebut akan menjadi pedoman pemulihan selama tiga tahun ke depan dan disusun berdasarkan hasil Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) serta Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten melakukan verifikasi dan validasi kerusakan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur sebagai bagian dari proses penyusunan Jitupasna dan R3P.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 51.591 rumah terdampak telah melalui proses verifikasi dan validasi pascagempa utama M7,7 di Flores hingga awal September 2026.

Pendataan sebagai dasar R3P

Pemerintah Provinsi NTT mengkonsolidasikan satu data dampak gempa Flores untuk R3P, yang akan menjadi acuan pemulihan di tujuh kabupaten terdampak.

R3P ditargetkan selesai pada pertengahan November 2026, atau sekitar 90 hari sejak penetapan status darurat bencana.

Status tanggap darurat sendiri telah diperpanjang hingga 26 September 2026.

Menurut BNPB, penyusunan Jitupasna dan R3P dilakukan secara paralel dengan proses verifikasi kerusakan agar kebutuhan pemulihan dapat dipetakan berdasarkan data yang telah tervalidasi.

Konteks gempa Flores 2026

BMKG mencatat gempa utama berkekuatan M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 dan memicu rangkaian gempa susulan dalam jumlah besar di wilayah tersebut.

Hingga awal September 2026, BMKG melaporkan lebih dari 12 ribu hingga 13 ribu gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan sebagian dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Flores.

Pada 8 September 2026, BMKG kembali mencatat gempa susulan berkekuatan M5,1 dengan pusat guncangan di laut, sekitar 57 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, pada kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Rangkaian aktivitas seismik ini menjadi latar belakang percepatan penyusunan rencana pemulihan dan penataan ulang pembangunan di tujuh kabupaten terdampak.

Arah pemulihan dan pembangunan

Dalam pertemuan di Kupang, Rachmat Pambudy menyatakan Bappenas akan terus mendampingi Pemerintah Provinsi NTT dalam menyusun kembali perencanaan pembangunan tujuh kabupaten di Flores pascagempa.

Rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi di Flores ditempatkan dalam kerangka pemulihan jangka menengah yang menggabungkan perbaikan infrastruktur, pemulihan permukiman, dan penataan ulang layanan publik berdasarkan hasil Jitupasna dan R3P.

Pemerintah pusat dan daerah menempatkan kualitas pendataan sebagai fondasi untuk menentukan prioritas pembangunan di wilayah terdampak, termasuk pemulihan rumah warga dan fasilitas umum di kabupaten-kabupaten tersebut.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.