NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Pemkab Kupang Dorong SPPG Serap Pangan Lokal untuk Program MBG

Pemkab Kupang meminta petani, nelayan, peternak, UMKM, dan BUMDes terlibat dalam pasokan Program Makan Bergizi Gratis. Beras Kupang Emas dan Garam Kupang Emas juga didorong masuk rantai pasok SPPG.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Kupang — Pemerintah Kabupaten Kupang membahas penguatan rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar produk pangan lokal terserap ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam rapat evaluasi pada Rabu, 9 September 2026, Bupati Kupang Yosef Lede meminta petani, nelayan, peternak, UMKM, BUMDes, dan pelaku usaha lokal dilibatkan sebagai pemasok.

Menurut laporan RRI Kupang dan Akurat.co, Pemkab Kupang menilai MBG harus memberi dampak ekonomi langsung bagi warga. Yosef mendorong penggunaan komoditas daerah, termasuk Beras Kupang Emas dan Garam Kupang Emas, sepanjang memenuhi kebutuhan program.

Bupati juga meminta SPPG menyerap sayur dan buah dari petani sekitar lokasi. Kristoforus Tpoy, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Kupang, menyatakan bahan pangan lokal akan diprioritaskan selama tersedia dalam jumlah yang cukup.

Evaluasi bulanan

Pemkab Kupang akan mengevaluasi layanan MBG oleh SPPG setiap bulan. Evaluasi itu mencakup kualitas makanan, pelayanan, distribusi, dan rantai pasok.

Wakil Satgas MBG Kabupaten Kupang Guntur Taopan menyebut masih ada kendala koordinasi antara SPPG dan sekolah. Ia juga mendorong pengadaan sayur dan buah dari petani sekitar serta pengelolaan sampah di wilayah Kupang Tengah.

RRI Kupang dan Akurat.co sama-sama melaporkan bahwa di Kabupaten Kupang sudah beroperasi sekitar 20-an SPPG dari total 24 kecamatan. Sejumlah SPPG tersebar di Kupang Tengah, Kupang Timur, Fatuleu, Takari, Amabi Oefeto, Amabi Oefeto Timur, Amarasi, Amarasi Selatan, Kupang Barat, dan Sulamu.

Sejumlah kecamatan di wilayah Amfoang disebut belum memiliki SPPG. Pemkab Kupang menempatkan penguatan pasokan lokal sebagai cara agar program MBG sekaligus membuka pasar bagi hasil produksi masyarakat setempat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.