PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan Listrik Berkala di Pulau Raijua
PLN ULP Sabu Raijua melakukan pemeliharaan berkala jaringan listrik di Pulau Raijua pada 14–15 September 2026.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Sabu Raijua — PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sabu Raijua melakukan pemeliharaan jaringan listrik berkala di Pulau Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, pada Senin–Selasa, 14–15 September 2026. Pemeliharaan dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan dan mengurangi risiko gangguan akibat kondisi lingkungan pesisir.
Menurut laporan Radio Republik Indonesia (RRI) dari Sabu Raijua, pemeliharaan ini menyasar infrastruktur kelistrikan dari sisi pembangkit hingga jaringan distribusi. PLN menerjunkan tim teknis untuk menangani sejumlah titik yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan layanan.
Korosi akibat debu garam di wilayah pesisir disebut sebagai salah satu faktor risiko utama bagi peralatan listrik di Raijua. Karena itu, PLN memilih pola pemeliharaan preventif agar kerusakan dapat diantisipasi sebelum berdampak pada pelanggan.
Fokus Pekerjaan Pemeliharaan
RRI melaporkan bahwa salah satu pekerjaan utama adalah penggantian trafo step up pembangkit di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Raijua yang berlokasi di Kelurahan Ledeke. Penggantian peralatan ini ditujukan untuk memastikan tegangan dari sisi pembangkit tetap stabil sebelum disalurkan ke jaringan.
Selain itu, tim pemeliharaan juga melakukan peremajaan isolator yang retak atau pecah di Kelurahan Ledeunu. Isolator yang rusak berpotensi menyebabkan kebocoran arus dan gangguan pada jaringan, sehingga diganti untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan.
Pemeliharaan jaringan distribusi dilakukan di tiga titik yang dinilai strategis dalam sistem kelistrikan Raijua. Meski lokasi rinci tidak dijelaskan, pekerjaan ini mencakup pemeriksaan dan perbaikan komponen jaringan yang berhubungan langsung dengan penyaluran listrik ke pelanggan.
Tujuan Mengurangi Risiko Pemadaman
Manager PLN ULP Sabu Raijua, I Wayan Budiyasinto, menyatakan pemeliharaan dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir untuk menekan kemungkinan blackout di wilayah pesisir Raijua. Menurut dia, kombinasi cuaca, korosi, dan beban sistem membuat pemeliharaan berkala menjadi penting agar layanan tetap andal.
Komitmen PLN ULP Sabu Raijua melakukan pemeliharaan jaringan sejalan dengan kegiatan perabasan dan pembersihan jaringan yang sebelumnya dilaporkan media lokal pada 2024. Dalam kegiatan tersebut, karyawan PLN dan mitra kerja melakukan pembersihan jaringan di Kecamatan Raijua untuk menjaga jarak aman antara kabel dan vegetasi. Langkah serupa mendukung keandalan jaringan, terutama pada musim angin kencang.
PLN menyebutkan bahwa pemeliharaan berkala ini merupakan bagian dari upaya memastikan pasokan listrik di Pulau Raijua tetap stabil dan siap mendukung aktivitas masyarakat setempat. Dengan pekerjaan terencana pada 14–15 September 2026, perusahaan berharap frekuensi gangguan dan pemadaman listrik di Raijua dapat ditekan.
Sumber
Berita berikutnya

Prakiraan Gelombang Laut di Perairan Alor 17–20 September 2026
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang memprakirakan gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan NTT, termasuk Selat Alor dan Perairan…
Baca juga


