NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Posko Aeramo Sediakan Ruang Belajar dan Layanan Kesehatan

Posko Terpadu Aeramo di Kabupaten Nagekeo memanfaatkan salah satu ruangnya sebagai tempat belajar sementara bagi siswa SDK Aeramo dan SMPN 3 Aesesa selama sepekan hingga 7 September 2026, sambil melanjutkan distribusi logistik, layanan…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Mbay — Posko Terpadu Aeramo di Kabupaten Nagekeo memanfaatkan salah satu ruangnya sebagai tempat belajar sementara bagi siswa SDK Aeramo dan SMP Negeri 3 Aesesa selama sepekan terakhir hingga Senin, 7 September 2026, sambil tetap menjalankan distribusi logistik dan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa.

Koordinator Posko Terpadu Aeramo, Pater Charles Lelu Umbu Sogar Ame Talu, OFM, menyatakan pemanfaatan ruang posko sebagai ruang belajar merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan. Menurut dia, kegiatan belajar SDK Aeramo dan SMPN 3 Aesesa perlu tetap berjalan, sehingga posko digunakan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan di tengah situasi pascabencana.

Pernyataan itu ia sampaikan kepada RRI Ende di Rumah Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo pada Senin, 7 September 2026. Selain mendukung pendidikan, Posko Utama Aeramo tetap menjalankan distribusi logistik dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan serta pendampingan.

Layanan pendidikan dan kesehatan

RRI Ende melaporkan, salah satu ruang di kawasan posko dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan belajar bagi siswa SDK Aeramo dan SMPN 3 Aesesa selama sepekan terakhir. Langkah tersebut diambil untuk menjaga kesinambungan proses belajar mengajar bagi siswa yang terdampak, sambil menunggu pemulihan kondisi masyarakat dan fasilitas.

Di bidang kesehatan, posko terus melayani warga melalui pemeriksaan kesehatan dan pendampingan bagi masyarakat terdampak gempa. Layanan di Posko Terpadu Aeramo terintegrasi dengan komando penanganan darurat Kabupaten Nagekeo dan menjadi titik kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat pelayanan bagi pengungsi.

Pelayanan di posko juga mencakup pendistribusian bantuan logistik bagi warga dan pengungsi, termasuk keluarga siswa SMPN 3 Aesesa yang rumahnya mengalami kerusakan berat hingga roboh. RRI Ende melaporkan, 40 siswa SMPN 3 Aesesa menerima bantuan paket sembako melalui Posko Terpadu Aeramo untuk membantu kebutuhan pangan keluarga mereka, sementara para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Kedatangan rombongan INFO JPIC

Pater Charles menjelaskan, pelayanan di posko diperkuat oleh kedatangan INFO JPIC, International Franciscan for Justice, Peace, and Integrity of Creation, bersama INFO JPIC Regio Kalimantan. Rombongan Fransiskan Regio Kalimantan tiba di Aeramo pada Kamis, 3 September 2026, dan mulai menjalankan kegiatan kemanusiaan sehari kemudian.

Pada Jumat, 4 September 2026, rombongan menyalurkan bantuan logistik sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Riung. Kegiatan serupa kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi, 5 September, di Riung sebelum rombongan kembali ke Aeramo pada sore hari.

Sehari berikutnya, Minggu, 6 September, pelayanan dilanjutkan setelah perayaan Ekaristi di Aeramo dan dipusatkan di Stasi Santo Matias Rasul Marapokot melalui pemeriksaan kesehatan serta trauma healing bagi masyarakat. Menurut Pater Charles, rangkaian kegiatan tersebut melengkapi pelayanan yang sudah berjalan di Posko Terpadu Aeramo.

Kolaborasi lembaga kemanusiaan

Pater Charles menyebut Posko Terpadu Aeramo sebagai hasil kolaborasi berbagai lembaga gerejawi dan kemanusiaan. Kolaborasi itu melibatkan Caritas Indonesia, Keuskupan Agung Ende, JPIC OFM Indonesia, Fransiskan di Flores, FMM, KFS, Suster-Suster SKM, Frater HK, dan Suster Alma dalam penguatan pelayanan bagi masyarakat terdampak.

JPIC OFM Indonesia sebelumnya menjelaskan bahwa Posko Aeramo menjalankan fungsi pelayanan pengungsian, dapur umum, pemeriksaan kesehatan, penyaluran logistik, serta asesmen masyarakat terdampak sebagai bagian dari respons kemanusiaan pascagempa di Flores dan Nagekeo. Posko ini menjadi salah satu dari lima posko Fransiskan yang didukung JPIC OFM Indonesia di wilayah terdampak.

Di Aeramo, Pos Pengungsian Terpadu juga diperkuat pemerintah daerah dan lembaga lain untuk memastikan koordinasi pelayanan bagi masyarakat terdampak gempa. Kebijakan ini bertujuan menjaga akses warga terhadap layanan dasar, termasuk pendidikan, kesehatan, dan bantuan logistik, selama masa pemulihan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.