NTT Hari Ini

Sabtu, 7 November 2026

PPLP Mapindo Ende Bahas Kebutuhan SDM Profesional Pariwisata

PPLP Mapindo Ende membahas kebutuhan tenaga kerja profesional melalui dialog RRI pada 5 November 2026, termasuk pembelajaran praktik, bahasa asing, dan kolaborasi pengembangan ekowisata.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Meja makan tertata rapi dengan piring, serbet kotak-kotak, gelas kaca, dan sendok garpu.
Ilustrasi: Meja makan tertata rapi dengan piring, serbet kotak-kotak, gelas kaca, dan sendok garpu. · Foto: Vladimir Srajber / Pexels

Ende — PPLP Mapindo Ende membahas kebutuhan tenaga kerja profesional untuk mendukung pengembangan pariwisata dalam dialog interaktif yang disiarkan RRI Ende pada Kamis, 5 November 2026.

Mengapa ini penting: Pembaca di Ende dan Flores mendapat informasi tentang pola pendidikan PPLP Mapindo, termasuk enam bulan praktik kerja lapangan dan keterampilan yang disiapkan untuk memasuki industri pariwisata.

Dosen sekaligus instruktur PPLP Mapindo Ende, Sigibertus Ruka, mengatakan pengembangan pariwisata tidak cukup mengandalkan potensi alam dan budaya. Pengelolaan potensi itu membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Menurut Sigibertus, PPLP Mapindo Ende telah hadir sejak 2019 dan mencetak lebih dari 100 lulusan. Sebagian alumninya bekerja di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali, serta di luar negeri, menurut laporan RRI Ende.

PPLP Mapindo menerapkan pembelajaran dengan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori. Mahasiswa juga menjalani praktik kerja lapangan selama enam bulan mulai semester kedua dan keempat untuk memperoleh pengalaman sebelum memasuki dunia kerja.

Materi pendidikan mencakup keterampilan pelayanan serta bahasa asing, antara lain Inggris dan Jepang. Sigibertus menekankan bahwa disiplin waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab juga menjadi dasar pelayanan di sektor pariwisata dan perhotelan.

Ia membedakan arah pengembangan pariwisata Ende dan Labuan Bajo. Menurut dia, Labuan Bajo lebih mengarah pada pariwisata massal, sedangkan Ende mengembangkan ekowisata yang menekankan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Sigibertus juga mendorong penguatan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media. Kolaborasi itu dinilai diperlukan agar pengembangan pariwisata lebih terarah dan membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Dalam dialog yang sama, mahasiswa PPLP Mapindo Ende Timoteus Nuho Wato mengatakan mahasiswa memperoleh pembelajaran teori selama sekitar tiga bulan sebelum menjalani praktik lapangan selama enam bulan di Labuan Bajo. Ia menilai kemampuan komunikasi dan bahasa asing penting bagi calon tenaga profesional pariwisata.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.