STP Santo Petrus Atambua Resmikan Prodi PPG Pendidikan Agama Katolik
Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus Keuskupan Atambua meresmikan Program Studi Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Katolik pada 18 September 2026.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Atambua — Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Petrus Keuskupan Atambua meresmikan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Katolik pada Jumat, 18 September 2026, bertepatan dengan pelaksanaan wisuda dan missio canonica 75 lulusan Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik.
Menurut laporan Tribun Kupang, peresmian dilakukan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono, bersama Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr., Ketua STP Santo Petrus Romo Philipus Benitius Metom, S.Ag., M.Hum., dan Ketua Yayasan Snuna.
Laporan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama menyebutkan kegiatan berlangsung di Aula Mgr. Sulama STP Santo Petrus Keuskupan Atambua, Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur, setelah seremoni wisuda dan missio canonica bagi 75 sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik.
PPG Katolik kedua di Indonesia dan satu-satunya di NTT
Tribun Kupang menulis bahwa dengan peresmian tersebut, STP Santo Petrus Keuskupan Atambua menjadi perguruan tinggi kedua di Indonesia yang resmi membuka Program Studi PPG Pendidikan Agama Katolik.
Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa program PPG Pendidikan Agama Katolik sebelumnya telah dibuka di Semarang, sehingga pembukaan di STP Santo Petrus memperluas akses guru terhadap pendidikan profesi di bidang agama Katolik.
Ia menegaskan PPG Pendidikan Agama Katolik di STP Santo Petrus merupakan satu-satunya program sejenis di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Alasan dan tujuan pembukaan program
Menurut Albertus, pembukaan PPG Pendidikan Agama Katolik di STP Santo Petrus bertujuan meningkatkan mutu guru, kemampuan pedagogis, dan kesejahteraan guru agama Katolik melalui sertifikasi profesi.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan lebih banyak lembaga pendidikan tinggi akan membantu pemerintah memperluas pelaksanaan PPG Pendidikan Agama Katolik bagi guru dan calon guru di berbagai daerah.
Albertus menyebut STP Santo Petrus dinilai layak menyelenggarakan PPG karena memenuhi persyaratan akreditasi yang ditetapkan lembaga akreditasi mandiri kependidikan, baik pada tingkat program studi maupun institusi. Keputusan Menteri Agama Nomor 1843 Tahun 2025 memberikan izin penyelenggaraan Program Studi PPG Pendidikan Agama Katolik di STP Santo Petrus setelah pemenuhan persyaratan akreditasi dan dosen tetap.
Pelaksanaan wisuda dan dukungan keuskupan
Wisuda dan missio canonica 75 wisudawan dan wisudawati Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik angkatan XVI tahun akademik 2025/2026 berlangsung di Aula Mgr. Sulama, STP Santo Petrus Keuskupan Atambua, pada 18 September 2026.
Acara dihadiri unsur pimpinan STP Santo Petrus, Yayasan Snuna, perwakilan pemerintah daerah, Kementerian Agama, perguruan tinggi mitra, Keuskupan Atambua, para wisudawan, dan orang tua.
Romo Philipus Benitius Metom menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama melalui Ditjen Bimas Katolik atas kepercayaan kepada STP Santo Petrus sebagai penyelenggara PPG Pendidikan Agama Katolik dan menegaskan komitmen lembaga untuk mengembangkan mutu akademik dan pembinaan iman para calon guru.
Peran Kemenag dan arah pengembangan PPG
Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Katolik berperan dalam perluasan akses PPG Pendidikan Agama Katolik, antara lain melalui penerbitan izin penyelenggaraan dan peluncuran program di STP Santo Petrus.
Menurut Ditjen Bimas Katolik, pengembangan PPG Pendidikan Agama Katolik di berbagai perguruan tinggi agama Katolik diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan guru agama Katolik yang berkualifikasi dan bersertifikat di daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur.
Pembukaan PPG di STP Santo Petrus memperluas pilihan lembaga bagi guru dan lulusan pendidikan keagamaan Katolik yang ingin memperoleh sertifikat pendidik melalui jalur pendidikan profesi guru.
Data utama
- Penyelenggara: STP Santo Petrus Keuskupan Atambua.
- Program: PPG Pendidikan Agama Katolik.
- Posisi program: perguruan tinggi kedua di Indonesia yang membuka PPG Pendidikan Agama Katolik dan satu-satunya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
- Wisudawan yang mengikuti seremoni terkait: 75 orang sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik.
Sumber
Berita berikutnya

Ende Terima TKD Rp3,5 Miliar Usai Raih Dua Penghargaan Pendidikan dan Kebersihan
Kabupaten Ende, NTT, meraih Juara I pelayanan pendidikan dan Juara II kebersihan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Maluku–Nu…
Baca juga




