NTT Hari Ini

Senin, 21 September 2026

Revitalisasi Sekolah di Lembata Didanai APBN 2026, Dinas Minta Laporan Fisik

Kabupaten Lembata menjadi salah satu penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 dari pemerintah pusat. Dinas Pendidikan meminta sekolah penerima menyerahkan laporan fisik secara berkala untuk pengawasan mutu dan administrasi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Lewoleba — — Pemerintah Kabupaten Lembata mendapatkan alokasi program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026 untuk puluhan sekolah dari jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP. Program ini merupakan bagian dari revitalisasi sekolah di Nusa Tenggara Timur yang didukung anggaran pemerintah pusat.

Media NTT melaporkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata mengumpulkan sekolah penerima program revitalisasi dalam sebuah pertemuan bersama wakil bupati untuk membahas pelaksanaan kegiatan dan pelaporan fisik pekerjaan.

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Pendidikan Lembata Wenseslaus Ose meminta satuan pendidikan menyerahkan laporan perkembangan pekerjaan secara berkala. Menurut dia, pelaporan melalui sistem daring kementerian sudah berjalan, tetapi dokumen fisik tetap perlu diserahkan ke pemerintah daerah untuk keperluan pengawasan.

Media NTT mengutip Wenseslaus yang mengingatkan sekolah agar tidak hanya mengirimkan laporan melalui sistem online. Ia meminta bukti fisik pekerjaan dikumpulkan di Dinas Pendidikan agar pemerintah daerah dapat memantau progres di lapangan.

Sebaran sekolah dan awal pelaksanaan

Radio Republik Indonesia (RRI) melaporkan bahwa Kabupaten Lembata menjadi salah satu penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut pemberitaan RRI, program tersebut mencakup 46 satuan pendidikan di Lembata pada 2026. Revitalisasi dilaksanakan di sekolah pada beberapa kecamatan, termasuk Lebatukan dan Nagawutun, dengan kegiatan berupa rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, dan pembangunan fasilitas sanitasi.

Revitalisasi di SDK Waienga, Kecamatan Lebatukan, resmi dimulai pada 7 September 2026. Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq melakukan peletakan batu pertama, dengan dukungan anggaran sekitar Rp1,06 miliar dari APBN 2026.

SDK Idalolong di Kecamatan Nagawutun memulai pekerjaan revitalisasi pada 14 September 2026. Berdasarkan papan informasi kegiatan yang dikutip RRI, proyek ini mencakup rehabilitasi enam ruang kelas, satu perpustakaan, dan pembangunan toilet baru dengan dana sekitar Rp1,26 miliar dari APBN 2026.

Bupati menargetkan pekerjaan di SDK Idalolong diselesaikan pada Desember 2026. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek selama masa kontrak sekitar 130 hari kalender.

Pengawasan mutu dan administrasi

Dalam laporan Media NTT, pemerintah daerah menekankan pentingnya pengawasan mutu konstruksi dan tertib administrasi penggunaan anggaran pendidikan.

Menurut pemberitaan tersebut, pejabat pemerintah kabupaten meminta sekolah pelaksana revitalisasi mengikuti spesifikasi teknis dan rencana anggaran biaya yang telah ditetapkan. Pelaporan berkala dianggap perlu untuk memastikan pekerjaan sesuai ketentuan dan memudahkan tindak lanjut jika muncul persoalan di lapangan.

Di tingkat provinsi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat bahwa NTT menjadi salah satu penerima terbesar program revitalisasi sekolah pada 2026. Siaran pers dan pemberitaan nasional menyebut total 1.487 satuan pendidikan di NTT mendapat dukungan lebih dari Rp1,2 triliun untuk revitalisasi sarana pendidikan.

Program ini menyasar berbagai jenjang, dengan SD sebagai penerima terbanyak. Dukungan juga diberikan kepada PAUD, SMP, SMA, SMK, SLB, serta satuan pendidikan nonformal.

Dengan posisi Lembata sebagai salah satu kabupaten sasaran program revitalisasi, pemerintah daerah menekankan koordinasi antara sekolah, dinas pendidikan, dan kementerian untuk menjaga mutu bangunan dan akuntabilitas anggaran.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.